Sabtu, 18 April 2026

Idul Adha 2025

Jadwal Hari Tasyrik 2025: Larangan, Amalan Sunnah, dan Makna Hari Tasyrik

Cek jadwal Hari Tasyrik 2025: Tanggal, amalan sunnah yang dianjurkan, dan makna hari tasyrik.

Penulis: Agustina | Editor: Rahma
Freepik
ILUSTRASI IDUL ADHA - Ilustrasi Hari Raya Idul Adha yang diunduh di Freepik pada Kamis (5/6/2025). Jadwal Hari Tasyrik 2025: Larangan, amalan sunnah, dan makna Hari Tasyrik. 

Ada beragam amalan sunnah yang dapat dilakukan selama Hari Tasyrik, diantaranya yakni:

  1. Memperbanyak berzikir kepada Allah, baik dengan membaca istighfar, tasbih, tahmid, tahlil dan lainnya.
  2. Memperbanyak berdoa mohon kebaikan dunia dan kebaikan akhirat.
  3. Menyembelih hewan kurban. Selain hari Idul. Adha, waktu untuk berkurban adalah hari-hari Tasyrik. Jika tidak sempat untuk berkurban di hari Idul Adha, maka dianjurkan menyembelih hewan kurban di hari-hari Tasyrik.
  4. Makan dan minum adalah salah satu amalan sunnah yang dilakukan selama hari-hari Tasyrik, karena umat Islam dilarang untuk berpuasa pada hari tersebut.
  5. Bertakbir setelah melaksanakan shalat wajib lima waktu, dengan bacaan takbir, sebagaimana takbir di hari Idul Adha.

Makna Hari Tasyrik

Hari Tasyrik berkaitan erat dengan hari raya Idul Adha, karena di hari-hari tersebut umat Islam dilarang berpuasa.

Tasyrik atau tasyriq dalam bahasa Arab merupakan patron kata masdar dari "syarraqa" yang memiliki arti "matahari terbit atau menjemur sesuatu".

Dinamakan Hari Tasyrik sendiri karena setelah menyembelih hewan kurban pada hari Idul Adha, orang-orang akan memotong dagingnya dan menjemurnya di bawah sinar matahari hingga kering dan tidak rusak, dikutip dari website Pemerintah Arab Saudi mengenai haji, haj.gov.sa.

Syekh Ibnu Manzur (711 H) dalam magnum opusnya Lisan al-Arab menyebutkan terdapat perbedaan pendapat Ulama tentang alasan perbedaan penamaan tasyrik.

Pendapat pertama, hari-hari tersebut dinamakan "Tasyrik" dikarenakan waktu tersebut adalah hari di mana umat Islam menjemur daging qurban mereka untuk dibuat dendeng.

Pendapat tersebut disandarkan pada masa Rasulullah SAW belum adanya teknologi pendingin seperti kulkas, sehingga, masyarakat kala itu menyimpan daging dengan waktu lama dengan cara dijemur.

Sedangkan pendapat kedua terkait penamaan hari Tasyrik karena pelaksanaan ritual qurban dilakukan setelah matahari terbit. 

Selain itu, larangan puasa di hari Tasyrik dikarenakan waktu tersebut sangat dianjurkan bagi umat Islam untuk menikmati berbagai hidangan dan olahan dari daging qurban, seperti dirangkum dari mui.or.id.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved