Malaka Terkini
Delapan Rumah di Desa Umalor Malaka Dilempari Batu Secara Membabi Buta oleh OTK
sekelompok pemuda yang merupakan pelaku datang membawa kelewang dan batu, lalu secara spontan menyerang rumah-rumah warga tanpa alasan yang jelas
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Kristoforus Bota
POS-KUPANG.COM, BETUN - Sebanyak delapan rumah warga di Desa Umalor, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur, dilempari batu secara membabi buta oleh orang tak dikenal (OTK) pada Kamis (29/5/2025) malam.
Peristiwa mencekam tersebut terjadi di perkampungan adat desa setempat.
Menurut kesaksian warga, sekelompok pemuda yang merupakan pelaku datang membawa kelewang dan batu, lalu secara spontan menyerang rumah-rumah warga tanpa alasan yang jelas.
"Warga yang berada di sekitar langsung lari menyelamatkan diri ke dalam rumah masing-masing. Kami tidak bisa melawan, karena mereka berjumlah banyak dan datang tiba-tiba," kata Heni Klau, salah satu korban, kepada POS-KUPANG.COM pada Jumat, (30/5/2025).
Heni menjelaskan, ia bersama istri dan anak-anaknya langsung bersembunyi di dalam rumah saat mendengar keributan.
Baca juga: BP3MI NTT Kirim Dokumen Pemulangan PMI Asal Malaka ke KBRI Kuala Lumpur
"Kami tidak tahu apa masalahnya. Mereka teriak-teriak memanggil nama anak laki-laki saya, 'Pongki, Pongki, keluar kau!' sambil mengumpat," ungkapnya.
Salah satu batu sempat diarahkan ke Heni, namun meleset dan menghantam jendela rumahnya hingga pecah.
"Saya sangat heran, tidak ada masalah apa-apa, tapi rumah kami diserang," tambahnya.
Usai kejadian, para korban langsung melaporkan insiden tersebut ke Polsek Malaka Barat.
Heni berharap pihak kepolisian segera mengusut tuntas dan menangkap para pelaku.
Baca juga: Gua Lourdes Tubaki, Destinasi Wisata Religi Umat Katolik di Kabupaten Malaka
"Kami minta keadilan. Kejadian seperti ini sudah sering terjadi di kampung kami. Sudah berulang kali rumah kami dilempari orang tak dikenal. Tolong polisi tindak tegas pelakunya," tegas Heni.
Salah satu saksi mata yang enggan disebutkan namanya juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap tindakan brutal tersebut.
"Mereka tidak hanya merusak rumah, tapi juga memotong babi milik warga dan mencuri kambing serta ayam. Ini bukan hanya tidak beradab, tapi juga sangat memalukan," ujarnya. (ito).
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.