Minggu, 3 Mei 2026

Sumba Timur Terkini

Kawan Baik Indonesia Hadirkan Agen Perawatan Medis Dasar di Pelosok Sumba Timur

Meski bukan tenaga medis profesional, para agen telah menjadi mitra Puskesmas dan dokter dalam memberikan pelayanan kesehatan dasar.

Tayang:
Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/IRFAN BUDIMAN
Direktur Kawan Baik Indonesia, Ayu Setya Wardani (kedua dari kanan) bersama tim dan 20 orang Agen Kawan Sehat yang tersebar di tujuh kecamatan di Sumba Timur. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Budiman

POS-KUPANG.COM, WAINGAPU - Sejak tahun 2022, Kawan Baik Indonesia (KBI) telah memulai program perawatan medis dasar bagi masyarakat di desa-desa terpencil di Sumba Timur.

Melalui program ini, KBI menjangkau masyarakat di daerah pinggiran untuk memberikan layanan pertolongan pertama, konsultasi kesehatan dasar, edukasi preventif, dan bantuan rujukan ke fasilitas kesehatan.

Direktur Kawan Baik Indonesia, Ayu Setya Wardani mengatakan, saat ini terdapat 20 orang Agen Kawan Sehat yang tersebar di tujuh kecamatan di Sumba Timur. Ia menyebut para agen ini sebagai penghubung harapan dan pemantik kesadaran hidup sehat di pelosok.

“Agen Kawan Sehat adalah ujung tombak pelayanan kesehatan berbasis komunitas. Mereka bukan sekadar perpanjangan tangan medis, tapi sahabat yang hadir di saat darurat, penghubung harapan, dan pemantik kesadaran hidup sehat di pelosok,” kata Ayu.

Ayu menyampaikan, para agen di antaranya adalah guru-guru yang tinggal dan mengajar di pedalaman. Mereka dilatih untuk melakukan perawatan medis dasar bagi anak-anak PAUD, siswa SD, serta masyarakat di sekitar.

Baca juga: Polres Sumba Timur Terima Hasil Visum Korban Dugaan Pencabulan oleh Guru

Para agen dibekali ilmu oleh para dokter, tenaga medis, dan perawat yang sudah lama bekerja di wilayah Sumba Timur dan memahami tantangannya. Selain itu, mereka dibekali modul pembelajaran penanganan medis dasar.

Meski bukan tenaga medis profesional, para agen telah menjadi mitra Puskesmas dan dokter dalam memberikan pelayanan kesehatan dasar.

“Mereka bukan tenaga medis tetapi telah menjadi mitra dari Puskesmas dan dokter di wilayah pelosok untuk menghadirkan pelayanan dasar kesehatan,” ujar Ayu kepada POS-KUPANG.COM di sela Pelatihan, Pemantapan, serta Monitoring dan Evaluasi program bagi 20 Agen Kawan Sehat, Senin (26/5/2025).

Ayu mengakui, program ini masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah akses jalan rusak yang menyulitkan distribusi obat-obatan ke desa-desa.

“Akses jalan. Tujuh kecamatan ini juga letaknya berjauhan untuk distribusi obat,” ungkapnya.

Untuk mengatasi itu, KBI pun telah menyiapkan koordinator khusus yang akan bertugas mengantarkan obat-obatan. Para agen tidak lagi harus ke Waingapu.

Selain akses jalan, komunikasi juga menjadi soal. Tidak sedikit agen yang tinggal di desa yang tanpa sinyal dan listrik. Hal ini menyulitkan para agen melaporkan kasus.

“Jadi untuk mereka laporkan kasus harus ke daerah yang ada sinyal. Sejauh ini kami hanya bisa bantu dengan power bank yang tinggal di daerah yang tidak ada listrik,” katanya.

Setelah tiga tahun menjalankan program ini, Ayu menyadari bahwa program perawatan medis dasar tidak hanya memberikan pengobatan, tetapi sudah melawan stigma dan kepercayaan lokal yang keliru.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved