Sabu Raijua Terkini

Harga Cabai di Pasar Nataga Sabu Raijua Capai Rp 120 Ribu per Kilogram 

Selain cabai rawit, kata Wati, cabai keriting dan abai merah besar juga dijual dalam bungkusan kecil dengan harga Rp 10 ribu per bungkus.

Penulis: Elisabeth Eklesia Mei | Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/EKLESIA MEI
Penjual cabai dan sayuran di Pasar Nataga Sabu Raijua 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eklesia Mei

POS-KUPANG.COM, SEBA - Harga cabai di Pasar Nataga Kabupaten Sabu Raijua mencapai Rp 120 ribu per kilogram. 

“Saat ini harga cabai untuk per kilogramnya Rp 120 ribu. Tapi kami tidak menjual per kilogram, kami menjualnya dalam bungkusan kecil dengan harga Rp 10 ribu per bungkusnya,” kata salah satu penjual cabai dan berbagai jenis sayuran di Pasar Nataga, Wati saat diwawancarai POS-KUPANG.COM, Senin (26/5/2025).

Wati menyebut, naiknya harga cabai di Sabu Raijua karena kurangnya pemasok dari petani cabai. 

“Saat ini pemasoknya memang kurang dari petani cabai. Mungkin karena belum musim panen juga sehingga pemasoknya kurang,” ucapnya.

Selain cabai rawit, kata Wati, cabai keriting dan abai merah besar juga dijual dalam bungkusan kecil dengan harga Rp 10 ribu per bungkus.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kabupaten Sabu Raijua, Lagabus Pian, S.Sos., M.Si mengatakan, bersadarkan pantauan Disperindag di lapangan untuk tahun 2025 harga bergerak stabil kecuali cabai yang kadang tidak stabil karena merupakan komoditi yang selalu bergerak naik turun.

“Jadi untuk cabai memang dalam pantauan kami di pasar pasokannya tidak banyak. Sekitar empat hingga lima kilogram yang terjual dalam sehari,” kata Lagabus.

Menurut Lagabus, biasanya penjual cabai di Sabu Raijua jarang menjual cabai dalam ukuran satu kilogram namun dibagi bagi dalam bungkus kecil yang dijual dengan Rp 10 ribu.

“Secara keseluruhan ketika kita memantau dengan pedagang eceran, cabai bisa dijual dengan harga Rp 100 ribu hingga Rp 120 ribu. Dan memang dari produsen dijual Rp 85 ribu hingga Rp 90 ribu, namun sampai di tangan pedagang ketika dibungkus kecil kecil harganya akan menjadi tinggi,” jelasnya.

Dikatakan Lagabus, untuk kebutuhan cabai di Sabu Raijua tidak terlalu banyak, sehingga harga cabai yang tinggi tidak menjadi ancaman bagi masyarakat.

“Kita memang tetap ada di pasar untuk mengendalikan harga dan memang fluktuasi, karena ketika masuk panen, harganya cabai itu Rp 85 ribu per kilogram tapi kalau bukan musim panen harganya bisa naik hingga Rp 120 ribu per kilogram,” ungkapnya.

Disperindag, kata Lagabus, memiliki tugas untuk memantau perkembangan harga terutama harga kebutuhan pokok dan kebutuhan penting seperti bahan bangunan dan lainnya di pasaran.

Baca juga: Bupati Krisman B Riwu Kore Tutup Turnamen Futsal Rosario Cup lll Tahun 2025 Sabu Raijua

“Di samping kita bisa mengendalikan harga, sebenarnya ada komoditi yang memang harganya cukup tinggi dan itu menjadi tugas bagaimana mengintervensi kerja sama dengan dinas produsen terkait seperti Dinas Pertanian dan Dinas Kelautan untuk bisa memproduksi kan barang-barang kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah supaya masyarakat bisa terjangkau harganya,” ungkap Lagabus.

Khusus untuk pengendalian inflasi, kata Lagabus, Disperindag melihat pergerakan harga dengan membandingkan harga dari waktu ke waktu, misalnya harga dari tahun ke tahun atau dari bulan ke bulan atau juga hari ini dan hari kemarin. 

“Jadi kita lihat pergerakan jika harga naik signifikan maka harus ada intervensi pemerintah untuk mengendalikan,” pungkasnya. (mey)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved