Indonesia dan Timor-Leste Perkuat Kolaborasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Lintas Batas
Lokakarya Awal Proyek MITLTW yang diselenggarakan pada 21–23 Mei 2025 di Hotel Sotis Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Penulis: Sipri Seko | Editor: Sipri Seko
POS-KUPANG.COM, KUPANG – Pemerintah Republik Indonesia dan Republik Demokratik Timor-Leste menegaskan kembali komitmen bersama mereka untuk pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) yang berkelanjutan dalam Lokakarya Awal Proyek MITLTW yang diselenggarakan pada 21–23 Mei 2025 di Hotel Sotis Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Lokakarya ini menghadirkan banyak pemangku kepentingan —dari instansi pemerintah, masyarakat sipil, hingga akademisi— untuk memperkuat kolaborasi dalam mengelola DAS lintas batas Talau-Loes dan Mota Masin. Upaya ini bertujuan untuk menjamin ketahanan jangka panjang atas air, pangan, dan ekonomi bagi masyarakat perbatasan di Kabupaten Belu dan Malaka (Indonesia) serta Munisipalitas Bobonaro dan Covalima (Timor-Leste).
Salah satu sorotan utama adalah pembahasan rencana pembaruan Implementation Arrangement (IA) berdasarkan Nota Kesepahaman (MoU) bilateral tentang pengelolaan DAS yang telah ditandatangani pada tahun 2018. IA ini mendukung tindakan yang selaras dengan Indikator SDG 6.5.2 tentang kerja sama air lintas batas antarnegara.
“Implementation Arrangement ini bukan sekadar dokumen—tetapi peta jalan bersama menuju pembangunan ekosistem dan komunitas yang tangguh di kedua sisi perbatasan,” ujar Direktur Jenderal Pengendalian DAS dan Rehabilitasi Hutan, Kementerian Kehutanan Republik Indonesia, Ir. Dyah Murtiningsih, M.Hum.
“Kita harus bertindak bersama untuk melindungi hutan sebagai prosesor sumber daya air tawar bagi generasi mendatang,” tegasnya.
“Tidak ada batas bagi alam—sungai dan ekosistem mengalir bebas melintasi negara kita. Melalui MITLTW, kita menyelaraskan tidak hanya kebijakan, tetapi juga nilai dan tindakan,” kata Penasihat Senior DAS Lintas Batas Asia dari Conservation International, Ketut S. Putra.
“Kerja sama lintas batas sangat penting untuk menjamin penggunaan dan perlindungan sumber daya air bersama yang adil. Kolaborasi ini memperkuat kapasitas bersama kita untuk mencapai target SDG,” kata Direktur Jenderal Kehutanan, Kementerian Pertanian dan Perikanan (Timor-Leste), Hermenegildo de Almeida Granadero.
Pada hari ketiga, sesi kelompok teknis menyelaraskan kebijakan nasional dan rencana pembangunan daerah dengan IA, serta memulai perencanaan Transboundary Diagnostic Analysis (TDA), Strategic Action Plan (SAP), dan pembentukan Joint Forest Working Group (JFWG) serta gugus tugas masyarakat.
Direktur Pengembangan dan Pengawasan Proyek CI-GEF dari Conservation International, Prapti Bhandary menyampaikan, pihaknya tidak hanya melindungi daerah aliran sungai, tapi membangun kepercayaan, memperkuat ketahanan, dan membentuk masa depan yang lebih baik bagi lebih dari 450.000 orang yang bergantung pada ekosistem ini.
“Pembentukan Joint Forest Working Group (JFWG) dan gugus tugas masyarakat dapat memperkuat upaya pengelolaan DAS yang lebih baik dan pelestarian hutan berkelanjutan di antara kedua negara, terutama dalam kerangka kerja sama ASEAN ke depan,” Sekretaris Direktorat Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia, Dr. M. Saparis Soedarjanto, S.Si., MT.
“Keberhasilan proyek ini bergantung pada partisipasi yang bermakna di semua tingkat—pemerintah, komunitas lokal, dan akademisi. DAS yang kita bagi mengikat kita tidak hanya secara geografis, tetapi juga secara sosial dan ekonomi,” kata Direktur Conservation International Timor-Leste, Manuel Mendes.
Pimpinan Teknis dari Inovasi Tangguh Indonesia, Johan Rachmat Santosa, menambahkan,
proyek ini memastikan partisipasi dan kolaborasi yang bermakna dari komunitas di kedua negara. Dukungan terhadap inisiatif yang dikelola oleh masyarakat memperkuat ketahanan lokal terhadap air, pangan dan ekonomi sekaligus membangun daya lenting terhadap bencana dan perubahan iklim.
Sebagai langkah selanjutnya, kedua negara akan menyusun Kerangka Acuan untuk TDA dan merekrut para ahli bersama untuk melakukan analisis awal. Lokakarya ditutup dengan optimisme baru dan mandat yang kuat untuk melanjutkan perlindungan DAS bersama. *
Baca berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE.NEWS
| Ramalan Zodiak Karier Besok 8 Mei, 5 Zodiak Beruntung, Suasana Hati Aries Berubah-Ubah, Pisces Hoki |
|
|---|
| Ramalan Zodiak Hari Ini 7 Mei, 5 Zodiak Hoki, Scorpio Hati-hati Bertindak, Leo Situasi Menegangkan |
|
|---|
| 61 Pelaksana Tugas Duduki Jabatan Kepala Sekolah Tingkat SD di Kabupaten TTU |
|
|---|
| Kabupaten Belu Dapat 200 Unit BSPS Tahun 2026 dari Kemen PKP RI |
|
|---|
| Kadis Kesehatan NTT Sebut Imunisasi Investasi Jangka Panjang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Keterangan-pers-ri-tiles1.jpg)