Kota Kupang Terkini

Adakan Edukasi Kesehatan Bersama Permabudhi, Dinkes NTT Sampaikan Stunting Harus Ditangani Serius

Dinas Kesehatan Provinsi NTT dan Permabudhi galar kegiatan edukasi masalah kesehatan tentang gizi buruk, stunting, dan penyakit menular.

POS-KUPANG.COM/PETRUS CHRISANTUS GONSALES
EDUKASI - Dinkes NTT bersama Permabudhi NTT Adakan Kegiatan Edukasi Masalah Kesehatan. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Chrisantus Gonsales

 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Dinas Kesehatan Provinsi NTT menyelenggarakan kegiatan edukasi masalah kesehatan tentang gizi buruk, stunting, dan penyakit menular bagi masyarakat bersama Permabudhi NTT.
Kegiatan berlangsung di Aula El Tari, Kantor Gubernur NTT, Kota Kupang, Selasa (20/5/2025).
Koordinator Panitia kegiatan, Nur Azizah dalam laporannya menyampaikan latar belakang permasalahan kesehatan di Indonesia khususnya di Nusa tenggara Timur masih sangat kompleks.
"Ini ditandai dengan tingginya angka gizi buruk dan stunting pada anak, serta meningkatnya kasus penyakit menular seperti itu tuberculosis, demam berdarah, diare dan ISPA," kata Nur.
Lebih lanjut, Nur mengutarakan, penyelenggaraan masalah kesehatan tidak bisa hanya bertumpu pada sektor kesehatan. Maka dibutuhkan pendekatan lintas sektor yang melibatkan seluruh komponen masyarakat.
"Seperti tokoh agama memiliki peran sangat sentral sebagai panutan moral dan spiritual yang mampu menyampaikan pesan kesehatan melalui mimbar keagamaan," katanya.
Dikatakan, tujuan umum kegiatan tersebut yakni meningkatkan kesadaran pengetahuan dan partisipasi aktif masyarakat dalam menerapkan pola hidup sehat melalui pendekatan kolaborasi antara pemerintah dan tokoh agama dalam pencegahan gizi buruk stunting dan penyakit menular.
Diketahui, jumlah peserta yang hadir dalam ruangan tersebut sebanyak 150 peserta yang datang dari berbagai kelompok maupun komunitas.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, drg. Iien Andriany, M. Kes melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Erlina R. Salmun saat membuka kegiatan, mengatakan stunting merupakan masalah gizi yang harus ditangani dengan tuntas.
"Stunting menjadi bencana kemanusiaan non alam yang berpengaruh terhadap perkembangan kognitif anak, menurunkan prestasi kerja, menghambat pertumbuhan ekonomi, hingga berdampak pada peningkatan kemiskinan di suatu negara," tegas Erlina.
Dirinya menyampaikan pada tahun 2045 anak-anak Nusa tenggara Timur harus tumbuh menjadi generasi  yang hebat dan berkualitas yang mempunyai daya saing seperti anak-anak lainnya.
"Dalam mendukung program prioritas Dasacita Ayo Bangun NTT, Dinas Kesehatan dalam poin kelima melalui posyandu tangguh, masyarakat sehat, dan bebas stunting," ujar Kabid P2P  Dinkes Provinsi NTT tersebut.
Menurutnya, masalah gizi pada anak dimulai dari berat badan tidak naik, dan jika tidak ditangani akan lanjut menjadi gizi kurang serta terparah adalah gizi buruk yng berdampak pada kesakitan kematian. (moa) 

 

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved