TTU Terkini
Ucapkan Selamat Hari Raya Waisak, Ketua GMIT Klasis TTU Ajak Semua Orang Hidupi Semangat Toleransi
Nilai ini bisa diadopsi untuk menjadi semangat bersama dalam merawat toleransi di dunia, Indonesia secara khusus di Kabupaten TTU.

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon
POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Ketua Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Klasis Timor Tengah Utara, Pendeta Andreas I. Nubatonis,S.Th mengajak semua orang di seluruh dunia khususnya di Kabupaten TTU untuk memaknai momentum perayaan Hari Raya Waisak dengan menumbuhkan rasa dan sikap toleransi terhadap umat beragama lain.
"Momentum Hari Raya Waisak ini juga menjadi momentum untuk permenungan yang mendalam tetapi juga pembaharuan komitmen terhadap nilai-nilai kehidupan yang penuh dengan kebaikan," ujarnya, Senin, (12/5/2025).
Ia berharap melalui momentum perayaan Hari Raya Waisak ini, Umat Buddha selalu menumbuhkan dan membawa kedamaian serta belas kasih untuk umat manusia.
Nilai ini bisa diadopsi untuk menjadi semangat bersama dalam merawat toleransi di dunia, Indonesia secara khusus di Kabupaten TTU.
Menurutnya, berdasarkan latar belakang dan pemaknaan Hari Raya Waisak, Umat Budha merayakan Tri Suci Hari Kelahiran, Pencerahan dan Wafatnya Sidharta Gautama.
Baca juga: Wakil Ketua Komsi II DPRD Malaka Sediakan Mobil Pikap Gratis Untuk Warga di Malaka
Dikatakan Pendeta Andreas, secara universal semua umat beragama bisa diambil nilai edukasi dari perayaan Hari Raya Waisak ini.
"Yang pertama itu soal perenungan, berupaya untuk menumbuhkan welas kasih atau hati yang penuh dengan kasih," ungkapnya.
Meskipun demikian, ada hal yang menarik yakni pada momentum perayaan Hari Raya Waisak ini, Umat Buddha berupaya untuk memperkuat tekad untuk menjalani kehidupan.
Teka-teki hidup yang diupayakan Umat Buddha adalah kehidupan yang penuh dengan kedamaian dan kebijaksanaan.
"Dan itu awal yang perlu kita belajar dari saudara kita yang beragama Budha," ujarnya.
Mewakili Umat GMIT Klasis TTU, Pendeta Andreas mengucapkan selamat merayakan Hari Raya Waisak bagi semua Umat Buddha yang merayakan secara khusus di Kabupaten TTU.
Di tengah situasi kehidupan masyarakat yang majemuk, kata Pendeta Andreas, semua orang perlu bergandengan tangan membina semangat toleransi dengan saling menghormati dan bekerjasama dengan kemajuan bangsa dan daerah. (bbr)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.