Rabu, 15 April 2026

Renungan Harian Kristen Protesan

Renungan Harian Kristen Selasa 13 Mei 2025, Percayalah Walau Tidak Melihat

Perjumpaan Tuhan Yesus dengan para murid memberikan penguatan spiritual di tengah berbagai persoalan yang melemahkan secara fisik dan mental.

|
Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/HO-TANGKAPAN LAYAR
RENUNGAN KRISTEN - Cover Renungan Harian Kristen edisi Mei 2025. Renungan Harian Kristen Selasa 13 Mei 2025, Percayalah Walau Tidak Melihat 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Renungan Harian Kristen Selasa 13 Mei 2025 dengan judul Percayalah Walau Tidak Melihat.

“Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku. Jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah".

Renungan Harian Kristen ini merujuk pada Kitab Yohanes 20:24-29.

Artikel ini dilansir dari buku Renungan Harian Suluh Injil, ditulis oleh anggota Komunitas Suluh Injil.

Renungan berdasarkan Alkitab dan ajaran iman Kristen, yang bersumber dari Alkitab - LAI Terjemahan Baru Edisi 2 (TB2).

Baca juga: Renungan Harian Kristen Senin 12 Mei 2025, Budaya Mengampuni 

POS-KUPANG.COM telah mendapat izin dari Pdt. Yudith A. Nunuhitu Follabessy, M.Si, anggota Tim Penyusun Renungan Harian Suluh Injil edisi Mei 2025.

Renungan Harian Bulan Mei 2025 ini mengusung tema Kebangkitan Yesus Membarui dan Memulihkan Budaya Saling Berbagi dan Merangkai Perbedaan.

Simak selengkapnya Renungan Harian Kristen:

Akhir-akhir ini kita sadar akan betapa pentingnya kesehatan mental.

Persoalan stress akut, depresi hingga disorder kepribadian dialami banyak orang. Melalui renungan ini marilah kita melihat bagaimana Yesus Kristus peduli serta menolong para murid memahami dan menghadapi trauma.

Perjumpaan Tuhan Yesus dengan para murid memberikan penguatan spiritual di tengah berbagai persoalan yang melemahkan secara fisik dan mental.

Baca juga: Renungan Harian Kristen Minggu 11 Mei 2025, Luka di Tubuh Yesus, Memulihkan Kita

Pertama, istilah trauma sering digunakan untuk menjelaskan berbagai jenis luka dan penderitaan bathin yang berdampak terhadap aktivitas pribadi dan relasi antar pribadi. Pada umumnya orang berharap waktu akan memulihkan.

Tetapi ada kalanya seiring waktu keadaan bisa memburuk dan menghancurkan. Dalam keadaan itu, orang menjadi semakin terpuruk hingga mempertanyakan dimanakah kepedulian Allah.

Orang menjadi terasing dari dunia dan lingkungan, menarik diri atau sebaliknya bereaksi emosional menyerang.

Dalam keadaan para murid yang “terkunci” oleh ketakutan, dukacita, tertekan, Yesus hadir secara nyata di hadapan mereka. Bagaimana kehadiran-Nya memulihkan?

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved