Sabtu, 18 April 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Senin 12 Mei 2025, "Akulah Pintu"

Permenungan ini kita mulai dari bacaan I: Kisah Para Rasul 11:1-18. Dalam kisah ini, Petrus menjelaskan kepada para rasul dan saudara-saudara di Yudea

Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/HO
Bruder Pio Hayon SVD 

Renungan Harian Bruder Pio Hayon SVD
Hari Senin Pekan Paskah IV

Senin, 12  Mei  2025
Bacaan I: Kis 11 : 1-18
Injil:  Yoh. 10 : 1-10

“Akulah Pintu”

Saudari/a terkasih dalam Kristus

Salam damai  sejahtera untuk kita semua. Pada semua rumah atau bangunan apapun selalu ada pintu tempat orang bisa masuk dan keluar rumah atau bangunan. Maka pintu itu sangat penting untuk bisa menghubungkan kita antara yang di dalam dan di luar. 

Saudari/a terkasih dalam Kristus

Dalam bacaan hari ini, kita diundang untuk merenungkan makna dari pernyataan Yesus "Akulah pintu" yang terdapat dalam Injil Yohanes 10:1-10, serta konteks yang diberikan dalam Kisah Para Rasul 11:1-18. Tema ini mengajak kita untuk memahami peran Yesus sebagai pintu keselamatan dan bagaimana kita dapat mengalami kehidupan yang penuh dalam Dia.

Permenungan ini kita mulai dari bacaan I: Kisah Para Rasul 11:1-18. Dalam kisah ini, Petrus menjelaskan kepada para rasul dan saudara-saudara di Yudea tentang penglihatan yang ia terima dan bagaimana ia dipanggil untuk memberitakan Injil kepada orang-orang non-Yahudi. Ini adalah momen penting dalam sejarah gereja awal, di mana batasan-batasan yang ada mulai dihapuskan.

Petrus menegaskan Allah tidak membedakan antara orang Yahudi dan non-Yahudi, dan bahwa keselamatan melalui Yesus adalah untuk semua orang.

Ini menunjukkan bahwa pintu keselamatan yang dibuka oleh Yesus adalah untuk seluruh umat manusia, tanpa memandang latar belakang atau status sosial.

Selanjutnya puncak permenungan kita dari bacaan Injil: Yohanes 10:1-10. Dalam Injil ini, Yesus menyatakan bahwa Dia adalah pintu bagi domba-domba.

Dia menjelaskan bahwa hanya melalui-Nya, domba-domba dapat masuk dan menemukan keselamatan. Yesus mengontraskan diri-Nya dengan pencuri dan perampok yang datang untuk mencuri, membunuh, dan membinasakan.

Sebaliknya, Dia datang agar kita memiliki hidup dan mempunyainya dalam kelimpahan. Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya hubungan kita dengan Yesus sebagai sumber kehidupan yang sejati.

Permenungan kita sebagai hasil refleksi hari ini adalah Yesus sebagai Pintu Keselamatan: Yesus mengundang kita untuk masuk melalui-Nya.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering kali mencari berbagai cara untuk menemukan makna dan tujuan. 

Namun, Yesus mengingatkan kita bahwa Dia adalah satu-satunya jalan menuju keselamatan dan kehidupan yang penuh.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved