Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Sabtu 10 Mei 2025, “Kepada Siapakah Kami akan Pergi?”
Dalam bacaan hari ini, kita diundang untuk merenungkan pertanyaan yang diungkapkan oleh Petrus dalam Injil Yohanes 6:68, "Kepada siapakah kami akan pe
Renungan Harian Bruder Pio Hayon SVD
Hari Sabtu Pekan Paskah III
Sabtu, 10 Mei 2025.
Bacaan I: Kis 9 : 31-42
Injil: Yoh. 6:60-69
“Kepada Siapakah Kami akan Pergi?”
Saudari/a terkasih dalam Kristus
Salam damai sejahtera untuk kita semua. Pertanyaan, “kepada siapakah kami akan pergi?” menjadi sebuah pertanyaan retoris yang disampaikan Petrus kepada Yesus.
Pertanyaan yang sama bisa kita sampaikan kepada Tuhan ketika kita mengalami hal-hal yang tidak sesuai dengan harapan kita atau masalah. Pertanyaan ini menjadi tanda keimanan kita kepada Tuhan.
Saudari/a terkasih dalam Kristus
Dalam bacaan hari ini, kita diundang untuk merenungkan pertanyaan yang diungkapkan oleh Petrus dalam Injil Yohanes 6:68, "Kepada siapakah kami akan pergi?"
Pertanyaan ini muncul setelah banyak murid Yesus meninggalkan-Nya karena ajaran-Nya yang sulit dipahami. Bacaan dari Kisah Para Rasul 9:31-42 juga memberikan konteks yang mendalam tentang bagaimana jemaat Kristen berkembang dan mengalami penguatan dalam iman.
Dari bacaan I: Kisah Para Rasul 9:31-42 mengisahkan tentang bagaimana jemaat di seluruh Yudea, Galilea, dan Samaria hidup dalam damai dan bertumbuh dalam iman. Setelah Saulus bertobat, Petrus melakukan perjalanan untuk menguatkan jemaat.
Ia menyembuhkan Eneas yang lumpuh dan membangkitkan Tabita (Dorkas) dari kematian. Peristiwa-peristiwa ini menunjukkan kuasa Allah yang bekerja melalui para rasul dan bagaimana iman dapat membawa harapan dan kehidupan baru kepada banyak orang.
Jemaat yang bersatu dalam iman dan kasih menjadi saksi nyata dari karya Tuhan di tengah-tengah mereka. Sedangkan dalam bacaan Injil: Yohanes 6:60-69, Yesus mengajarkan tentang Roti Hidup, yang merupakan tubuh dan darah-Nya.
Banyak murid yang merasa sulit menerima ajaran ini dan memilih untuk pergi. Namun, Petrus, mewakili para rasul, menjawab dengan tegas bahwa mereka tidak memiliki tempat lain untuk pergi karena Yesus adalah satu-satunya yang memiliki perkataan hidup yang kekal. Ini menunjukkan komitmen dan keyakinan Petrus akan identitas Yesus sebagai Mesias dan sumber kehidupan.
Permenungan kita sebagai hasil refleksi atas bacaan-bacaan suci kita hari ini adalah Komitmen dalam Iman: Pertanyaan Petrus mengajak kita untuk merenungkan komitmen kita terhadap Yesus.
Dalam hidup kita, sering kali kita dihadapkan pada pilihan dan tantangan yang membuat kita ragu. Namun, seperti Petrus, kita diingatkan bahwa tidak ada tempat lain yang lebih baik daripada berada di dekat Yesus, yang memberikan hidup yang kekal.
Kekuatan dalam Kesatuan: Bacaan dari Kisah Para Rasul menunjukkan pentingnya kesatuan dalam jemaat. Ketika kita bersatu dalam iman, kita dapat saling menguatkan dan mendukung satu sama lain dalam perjalanan spiritual kita.
| Renungan Harian Katolik Minggu 26 April 2026, 'Keluarga Katolik, Pintu Masuk Menjadi Biarawan/wati' |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Minggu 26 April 2026,'Gembala Baik : Menuntun untuk Lebih Baju dan Sukses' |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Minggu 26 April 2026,“Gembala yang baik” |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Sabtu 25 April 2026, "Kuasa Ilahi Tuhan: Kesukaan Orang Beriman Tangguh" |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Sabtu 25 April 2026, "Pergilah ke Seluruh Dunia" |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Pio-Hayon_0104.jpg)