Wapres Gibran Kunjungi NTT
Momen Suster Marselina Terharu Ceritakan Kunjungan Wapres Gibran di SMASK Bhaktyarsa Maumere
Momen Suster Marselina Terharu Ceritakan Kunjungan Wapres Gibran di SMASK Bhaktyarsa Maumere, Kabupaten Sikka, Provinsi NTT.
POS-KUPANG.COM, MAUMERE - Cuaca yang tak mendukung dengan hujan deras menyambut kedatangan Wapres Gibran Rakabuming Raka di SMASK Bhaktyarsa Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (6/5/2025) siang.
Teriakan histeris para siswa dari ruang kelas saat mobil putih yang ditumpangi Wapres RI itu parkir di halaman sekolah. Suster Marselina Lidi, SSpS, Kepala SMAKS Bhaktyarsa mengenang kunjungan 45 menit itu tak terlupakan.
Suster Marselina tak mampu membendung rasa harunya saat menceritakan kunjungan Wapres Gibran yang disambut antusias para siswa dan guru.
"Saya menangis meledak karena perasaan sepontan, siapakah aku ini? siapakah kami ini? sejak pagi anak-anak mengatakan bunda kami ingin menangis, terharu mendapat buku tulis, sepatu dan mereka terkejut di dalam tas ada buku tulis dan tempat bekal, "ungkap biarawati dari Kongregasi Suster Abadi Roh Kudus (SSpS) itu.
"Anak-anak sangat antusias, mereka teriak histeris sampai saya tidak bisa membendung lagi. Hari ini benar-benar dijadikan Tuhan untuk kami. Tuhan terima kasih,"
Tangan kirinya memegang sapungan dengan corak warna kuning mengusap air mata yang mengalir ketika menyampaikan kesan kunjungan Gibran di SMASK Bhaktyarsa.
"Perasaan itu bahagia yang tak terkatakan. Saya sangat terharu, bangga memiliki Wapres Gibran, sosok yang sederhana. Kami sudah menyiapkan tarian penjemputan, musik kampung dan persiapan lainnya untuk menyambut mas Gibran tapi beliau melalui protokolernya mau disambut dengan apa adanya, tidak ada penjemputan dan pengalungan,"ungkap Suster Marselina sembari mengusap air matanya.
Kepala SMAKS Bhaktyarsa ini juga mengatakan kehadiran Gibran di sekolah itu adalah kejutan singkat ia syukuri. Ia mengapresiasi pemerintah pusa memberikan perhatian besar kepada sekolah itu melalui bantuan peralatan sekolah.
"Rumah Bhaktyarsa didatangi langsung oleh pemerintah pusat yang artinya memiliki perhatian kepada kami bahkan memberikan bantuan kepada peserta didik,"kata Suster Marselina.
Suster Marselina menceritakan momen Gibran menyoroti jaringan internet lemot ketika para siswa membuka Chromebook.
"Beliau sempat melihat jaringan internet yang loading saat siswa membuka lapotop, beliau mengatakan harus cari solusi dan ia akan meminta Kementerian terkait untuk datang ke sekolah,"ungkapnya.
Selain itu, Suster Marselina juga menyerahkan proposal pengajuan bantuan rehap sekolah yang diterima langsung oleh Gibran.
"Kami juga beri proposal dan saya beritahu beliau kalau sekolah ini dari tahun 1957 dan seng-seng sekolah sudah karat tapi pengabdian kami kepada peserta didik tidak pernah karat. Beliau prihatin dengan gedung kami yang sudah tua,"pungkasnya. (kan)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.