Ende Terkini
Beatrix dan Melan, Dua Siswi SMAK Syuradikara Ende Raih Beasiswa S1 ke Jepang
Program kerjasama beasiswa antara SMAK Syuradikara Ende dan Nanzan University khusus program studi kebijakan publik sudah terjalin sejak 10 tahun lalu
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Albert Aquinaldo
POS-KUPANG.COM, ENDE – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh SMA Katolik Syuradikara Ende.
Dua siswinya, Beatrix Eliza Nuaria dan Evayln Meylan Lie, berhasil menamatkan pendidikan menengah atas dan kini bersiap melanjutkan studi S1 ke Negeri Sakura, Jepang.
Beatrix dan Melan diterima di Nanzan University, sebuah universitas bergengsi yang terletak di kota Nagoya. Kesempatan emas ini tak hanya menjadi kebanggaan pribadi bagi keduanya, tetapi juga membawa harum nama sekolah dan daerah asal mereka serta orang tua.
Dalam wawancara bersama POS-KUPANG.COM, Rabu (7/5/2025) di halaman SMAK Syuradikara, Kepala SMAK Syuradikara Ende, Bruder Kris Riberu menyampaikan, Beatrix dan Melan berhasil mendapatkan beasiswa pendidikan perguruan tinggi di Nanzan University, Jepang.
"Dua siswi kita ini adalah dua siswi berprestasi yang mendapatkan beasiswa ke Nanzan University, bulan September tahun ini mereka akan berangkat ke Jepang," kata Bruder Kris.
Baca juga: Pelajar SMAK Syuradikara Tanam 400 Pohon Mahoni di Detusoko Ende
Beasiswa ke Nanzan University itu dibuka untuk semua pelajar SMAK Syuradikara Ende yang berminat melanjutkan pendidikan ke Jepang termasuk Melan dan Beatrix dan melewati berbagai tahapan seleksi dan ujian sejak masih duduk di bangku kelas X.
"Proses seleksi mereka sampai mereka belajar di Jepang, kami memilih siswa-siswi atau menguji mereka sejak dari kelas X, artinya prestasi mereka dari kelas X, XI dan XII, lalu kami membuka ruang untuk mereka semua yang berminat untuk mendapatkan beasiswa ini lalu diseleksi baik bahasa Inggris, bahasa Jepang dan tentu dengan karakter, perilaku dan sebagainya, lalu kami dapatlah Melan dan Beatrix," terang Bruder Kris.
Program kerjasama beasiswa antara SMAK Syuradikara Ende dan Nanzan University khusus program studi kebijakan publik sudah terjalin sejak 10 tahun lalu.
Beatrix dan Melan merupakan pelajar SMAK Syuradikara ke 20 yang berhasil mendapatkan kesempatan emas ini.
Menariknya, kata Bruder Kris, dari 18 alumnus SMAK Syuradikara Ende yang mendapatkan kesempatan beasiswa ke Jepang sebagiannya sudah menamatkan pendidikan strata satunya dan tetap bekerja di Jepang dan sebagiannya melanjutkan pendidikan ke jenjang magister.
"Itu berarti anak-anak kita punya kompetensi dan daya saing ke tingkat atau level internasional," kata Bruder Kris Riberu.
Baca juga: Raih Prestasi Thailand, Siswa SMAK Syuradikara Minta Pemkab Ende Benahi Fasilitas Kolam Renang
Meylan dan Beatrix saat diwawancarai TribunFlores.com di halaman SMAK Syuradikara Ende, Rabu, 7 Mei 2025 sama-sama mengungkapkan rasa bangga, bahagia, dan perasaan tidak menyangka bisa terpilih melanjutkan studi jenjang S1 di Nanzan University.
"Jujur awalnya saya kaget, ternyata saya ini bisa, saya punya keinginan besar untuk mau ke Jepang, impian saya dari dulu bisa sekolah di luar negeri, saya penasaran dengan Jepang karena menurut orang-orang, orang Jepang sangat menghormati pendidikan jadi saya penasaran seperti apa kira-kira pendidikan di Jepang," tutur Beatrix, putri sulung pasangan Andreas Rikardus Nuaria asal Bajawa dan Maria Wilfrida Basilika asal Bola Hokor, Maumere, Kabupaten Sikka ini.
Kedua orang tua serta adik bungsu Beatrix saat ini berdomisili di Lorong Angkasa, Kelurahan Waioti, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka. Beatrix sendiri selama ini tinggal di Asrama Putri SMAK Syuradikara Ende dan menjadi juara umum untuk angkatan 69 SMAK Syuradikara tahun pelajaran 2024/2025.
Selain mendapatkan bimbingan dari sekolah dan berkomunikasi dengan pelajar SMAK Syuradikara yang saat ini berada di Jepang, Beatrix mengaku kerap belajar bahasa dan budaya Jepang melalui video-video YouTube bersama Melan sebelum diberangkatkan ke Jepang.
Sementara itu, Evayln Meylan Lie, siswi SMAK Syuradikara Ende berdarah Maumere-Sabu ini juga mengungkapkan rasa haru, bangga dan bahagia mendapatkan beasiswa kuliah ke Jepang.
"Saya awalnya itu benar-benar tidak berpikir untuk beasiswa ke luar negeri, benar-benar tidak ada rencana sama sekali, saya itu berencana melanjutkan pendidikan S1 di universitas dalam negeri, bukannya saya tidak ingin bermimpi besar kuliah ke luar negeri tapi rencananya kuliah S1 itu saya belajar mengenal suasana kuliah dalam negeri dulu karena selama ini saya tidak pernah pergi jauh selain Ende dan Maumere, tempat asal mama," ujar Melan.
Meski sempat ragu-ragu saat ditawari mengikuti seleksi beasiswa kuliah ke Nanzan University, Melan akhirnya mencoba dan berhasil mendapatkan kesempatan emas tersebut.
Evayln Meylan Lie merupakan putri sulung dari pasangan Oktovianus Lie asal Sabu Raijua dan Krisentia Apriliani Nesya asal Kampung Kabor, Maumere, Kabupaten Sikka.
Keberhasilan Beatrix dan Melan menjadi bukti bahwa siswa-siswi dari daerah, khususnya Nusa Tenggara Timur, mampu bersaing dan meraih prestasi di tingkat internasional.
Kedua siswi ini akan memulai perkuliahan mereka di Jepang pada bulan September 2025.
Kisah mereka menjadi motivasi dan inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk tidak takut bermimpi besar, terus belajar, dan berjuang demi masa depan yang lebih baik. (bet)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.