Sosok
Sosok Virgilio do Carmo da Silva, Kardinal Timor Leste yang Akan Ikut Konklaf Pemilihan Paus ke 267
Agenda Konklaf diadakan setelah wafatnya Paus Fransiskus yang merupakan Paus ke-266 Gereja Katolik Roma.
POS-KUPANG.COM, DILI - Dewan Kardinal Gereja Katolik Roma dijadwalkan akan melakukan Konklaf pada Rabu (7/5/2025) mendatang.
Adapun Konklaf merupakan pertemuan Dewan Kardinal tertutup dan rahasia untuk memilih Paus, yang merupakan Uskup Roma sekaligus kepala Gereja Katolik Roma sedunia.
Agenda Konklaf diadakan setelah wafatnya Paus Fransiskus yang merupakan Paus ke-266 Gereja Katolik Roma.
Setidaknya ada 135 Kardinal Pemilih yang tergabung dalam kolose para Kardinal dari 71 negara di 5 benua. Dan momentum Konklaf kali ini menjadi momentup pertama kalinya Kardinal Asal Timor Leste, Kardinal Virgilio do Carmo da Silva ikut sebagai Kardinal Pemilih.
Selain Kardinal Virgilio, terdapat 11 kardinal lainnnya yang juga menjadi Kardinal Pemilih untuk pertama kalinya, yakni Kardinal Sebastian Francis dari Malaysia, Kardinal William Seng Chye Goh dari Singapura dan Kardinal John Ribat dari Papua Nugini.
Selain itu ada Kardinal Chibly Langlois dari Haiti; Arlindo Furtado Gomes dari Tanjung Verde; Dieudonné Nzapalainga dari Republik Afrika Tengah; Anders Arborelius dari Swedia; Jean-Claude Hollerich dari Luksemburg; Adalberto Martínez Flores dari Paraguay; Stephen Ameyu Martin Mulla dari Sudan Selatan, dan Kardinal Ladislav Nemet dari Serbia.
Dikutip dari Tribunflores, lebih dari tiga perempatnya (108) ditunjuk oleh Paus Fransiskus, sementara 22 orang ditunjuk oleh Paus Benediktus XVI, dan lima orang oleh Paus Yohanes Paulus II, yang menjadikan mereka sebagai “veteran” Konklaf.
Selama 12 tahun masa kepausannya, Paus Fransiskus secara signifikan membentuk kembali Kolese Kardinal, menjadikannya tidak terlalu Euro-sentris dan menjadi badan yang lebih internasional.
Mencerminkan kecenderungan mendiang Paus untuk menggeser pusat gravitasi Katolik ke arah Global Selatan, dengan fokus pada Gereja pinggiran dan tren yang lebih luas bahwa Gereja di masa depan kemungkinan akan memiliki wajah yang semakin non-Eropa.
Persiapan Konklaf
Adapun Kapel Sistina yang menjadi tempat konklaf sejak tahun 1878, kini telah mengalami persiapan intensif untuk menyambut para kardinal.
Persiapan ini mencakup pemasangan penghalang sinyal untuk mencegah komunikasi dengan dunia luar, serta penyediaan kursi dan meja serta berbagai fasilitas untuk doa dan refleksi.
Konklaf kali ini akan menjadi yang terbesar dalam sejarah Gereja Katolik, dengan 135 kardinal pemilih dari 71 negara.
Dikutip dari Wartakota, para kardinal tersebut akan tinggal di Domus Sanctae Marthae selama proses pemilihan, yang berlangsung dalam isolasi total untuk menjaga kerahasiaan dan kekhusyukan proses.
Proses Pemilihan Paus
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/PAUS-DAN-KARDINAL-DO-CARMO-DA-SILVA_154.jpg)