NTT Terkini
Ekonomi NTT Tumbuh 4,55 Persen pada Triwulan l Tahun 2025
Dibandingkan dengan triwulan lV tahun 2024, kata Matamira, ekonomi NTT pada triwulan l 2025 terkontraksi 4,66 persen.
Penulis: Elisabeth Eklesia Mei | Editor: Oby Lewanmeru
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eklesia Mei
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Ekonomi Provinsi NTT mengalami pertumbuhan sebesar 4,55 persen pada triwulan l tahun 2025 jika dibandingkan dengan triwulan l tahun 2024 atau secara year on year (yoy).
Hal ini disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik NTT, Matamira B Kale dalam update berita BPS, Senin (5/5/2025).
Matamira mengatakan, perkembangan ekonomi NTT pada triwulan l tahun 2025 dilihat dari dua sisi yaitu dari sisi lapangan usaha dan sisi pengeluaran.
Dari sisi PDRB lapangan usaha, kata Matamira, ekonomi NTT triwulan l tahun 2025 dibandingkan dengan tahun sebelumnya berdasarkan harga konstan 2010 tumbuh sebesar 4,55 persen.
“Jadi ekonomi triwulan l tahun 2025 tumbuh secara yoy yaitu dari Rp 18,50 triliun menjadi Rp 19,34 triliun. Ekonomi NTT masih tumbuh positif sebesar 4,55 persen pada triwulan l tahun 2025 jika dibandingkan dengan triwulan l tahun lalu. Dari triwulan l 2021 hingga triwulan l 2025, pertumbuhan ekonomi NTT menunjukkan tren yang positif,” jelas Matamira.
Baca juga: BPS NTT Gelar Webinar Edukasi Statistik Literasi Indikator Ekonomi
Dibandingkan dengan triwulan lV tahun 2024, kata Matamira, ekonomi NTT pada triwulan l 2025 terkontraksi 4,66 persen.
“Kita lihat bahwa pola musiman pada tahun ini secara umum tidak jauh berbeda dari lima tahun sebelumnya,” kata Matamira.
Pada triwulan l 2025, jelas dia, sebagian besar kategori lapangan usaha tumbuh positif secara yoy dari 5 lapangan usaha dengan kontribusi terbesar terhadap perekonomian NTT. Yang mana empat diantaranya menunjukkan pertumbuhan positif yaitu lapangan usaha pertanian, perdagangan besar dan eceran, administrasi pemerintahan dan jasa pendidikan sementara kontribusi mengalami kontraksi.
Dia menjelaskan, pertumbuhan tertinggi terjadi pada lapangan usaha perdagangan besar dan eceran, yaitu tumbuh sebesar 11, 91 persen dan diikuti oleh pengadaan air sebesar 9,98 persen dan administrasi pemerintahan 9,72 persen.
Kemudian, lanjutnya, lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan tumbuh 4,28 persen dibandingkan ekonomi triwulan l tahun 2024.
“Hal ini didorong oleh meningkatnya komoditas produksi tanaman pangan dan perikanan dibandingkan triwulan 1 2025. Kalau dibandingkan antar bulan atau QTQ, kategori pertanian terkontraksi 3,3 persen dibandingkan dengan triwulan sebelumnya,” bebernya.
Baca juga: Wali Kota Kupang Apresiasi Peran Strategis BPS Dukung Perencanaan Pembangunan
Lebih lanjut, Matamira menjelaskan, berdasarkan struktur PDRB pengeluaran, ekonomi Provinsi NTT triwulan l masih didominasi oleh komponen pengeluaran rumah tangga yaitu mencapai 66,31 persen dan diikutin komponen PNTB sebesar 38,03 persen dan komponen pengeluaran konsumsi pemerintah dengan besaran 14,18 persen.
“Jadi secara yoy, pengeluaran positif terjadi pada pengeluaran konsumsi rumah tangga, pemerintah dan ekspor sedangkan komponen lainnya mengalami kontraksi. Komponen yang mengalami pertumbuhan tertinggi yaitu pengeluaran konsumsi rumah tangga sebesar 3,42 persen sedangkan ekspor 3,21 persen dan konsumsi pemerintah 1,21 persen,” pungkasnya. (mey)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Kale-Matamira.jpg)