Provinsi NTT
450 Anggota Yonif 743/PSY Siap Diberangkatkan ke Papua
Sebanyak 450 Anggota Yonif 743/PSY siap diberangkatkan ke Papua. Persiapan diawali dengan Tradisi Penciuman Bendera Perang dan doa bersama.
Laporan Reporter POS-KUPANG. COM, Alexandro Novaliano Demon Paku.
POS-KUPANG. COM, OELAMASI - Sebanyak 450 Anggota Yonif 743/PSY siap diberangkatkan ke Papua.
Persiapan keberangkatan 450 Anggota Yonif 743/PSY diawali dengan acara Tradisi Penciuman Bendera Perang Batalyion Infantri 743/PSY dan Doa Bersama.
Andy Wibowo, selaku Komandan Brigif 21/Komodo menjadi Pembina Upacara dalam acara sakral tersebut.
Sedangkan Komandan Yonif 743/PSY, Hery Mujiono bertugas sebagai pemimpin upacara.
Baca juga: Komnas HAM Kecam Aksi Brutal KKB Papua di Teluk Bintuni
Dalam acara tersebut Andy Wibowo mengharapkan, agar para prajurit yang menjalankan tugas bisa meningkatkan kewaspadaan, kedisiplinan, dan keterbukaan pada budaya lokal, sehingga dapat menjalankannya dengan baik dan penuh tanggung jawab.
“Kalian adalah prajurit – prajurit terbaik. Di Puncak Jaya nanti kita tidak hanya bertugas secara militer, tetapi juga menjalankan fungsi kemanusiaan, karena itu cintai adat istiadat dan hormati masyarakat setempat”, tegas Andy Wibowo.
Ia menambahkan, bahwa tugas prajurit Yonif 743/PSY di Puncak Jaya, Papua, nanti terbagi atas 2 bagian yaitu 40 persen territorial dan 60 persen tempur.
Maka dari itu Andy, meminta para prajurit mengutamakan para prajurit untuk melakukan pendekatan humanis dalam setiap interkasi dengan masyarakat.
Andy, juga mengingatkan pentingnya kekuatan doa sebagai pondasi mental bagi setiap prajurit, agar siap dan kuat menjalankan setiap tugas yang diberikan.
Bupati Kupang,Yosef Lede, yang hadir dalam acara tersebut dalam sambutannya mengatakan, acara Penciuman Bendera Perang adalah bentuk penghormatan dan sumpah setia prajurit kepada Negara, kepada kesatuan, dan kepada nilai – nilai luhur yang menjadi roh perjuangan TNI.
Baca juga: Ramai-Ramai Kecam KKB Papua Pasca Aksi Brutal Serang Operasi Kemanusiaan
Yosef mengatakan, dibalik tradisi tersebut ada semangat pengabdian, keberanian, dan keteguhan hati, untuk menjaga kedaulatan NKRI.
“Atas nama Pemerintah dan Masyarakat Kabupaten Kupang saya menyampaikan rasa bangga, haru, dan doa terbaik, untuk para prajurit yang akan mengemban amanah besar ini. Saya yakin Yonif 743/PSY adalah satuan yang tangguh, displin, dan professional yang terlatih secara fisik, mental, dan spiritual, untuk menghadapi berbagai tantangan di medan tugas”, ujar Yosef Lede.
Bupati melanjutkan, bahwa tugas di daerah Puncak Jaya, Papua, adalah tugas menjaga kehormatan bangsa dan membawa nama baik Kabupaten Kupang dan NTT.
Ia sampaikan dengan penugasan ini, para prajurit harus melaksanakannya dengan semangat juang yang tinggi, penuh keyakinan, dan tetap menjaga Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan 8 Wajib TNI dalam setiap langkahnya.
“Kepada Keluarga yang ditinggalkan, saya sampaikan hormat dan terimakasih. Doa – doa yang kita panjatkan akan menjadi pelindung yang tak terlihat bagi para prajurit kita di medan tugas”, tutup Yosef Lede. (nov)
Ikuti berita POS-KUPANG.com di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Bupati-Kupang-bersama-Para-Anggota-Yonif-743PSY-yang-siap-berangkat-ke-Papua.jpg)