KKB Papua
Ramai-Ramai Kecam KKB Papua Pasca Aksi Brutal Serang Operasi Kemanusiaan
Aksi brutal itu berlangsung saat upaya pencarian Mantan Kasat Reskrim Polres Teluk Bintuni, Iptu Tomi Marbun.
POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Berbagai pihak memberi respon terhadap aksi brutal yang ditunjukkan Kelompok Kriminal bersenjata Papua atau KKB Papua dengan melakukan penyerangan terhadap Ketua Komnas HAM Papua pada Minggu (27/4/2025) pagi.
Aksi brutal itu berlangsung saat upaya pencarian Mantan Kasat Reskrim Polres Teluk Bintuni, Iptu Tomi Marbun.
Selain pihak Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI, anggota DPR RI pun menyuarakan hal yang sama. Mereka mengecam aksi brutal KKB Papua terhadap tim pencari Iptu Tomi Marbun itu.
Koordinator Subkomisi Penegakan HAM Komnas HAM Uli Parulian menyatakan penyerangan itu sangat disayangkan karena dilakukan kepada tim yang menjalankan misi kemanusiaan.
"Komnas HAM mengecam terjadinya penembakan atau serangan terhadap operasi SAR (pencarian dan pertolongan) Tahap III yang sedang menjalankan tugas-tugas kemanusiaan,” kata Uli sebagaimana dikutip dari Antara.
Uli menjelaskan, penembakan bermula ketika tim operasi pencarian Iptu Tomi melakukan pencarian ulang pada 21 April–4 Mei 2025 di Kabupaten Teluk Bintuni dan sekitarnya. Tim tersebut di antaranya terdiri dari Mabes Polri, Polda Papua Barat, Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah (BNPD) Papua Barat, dan Tim SAR.
Pencarian ulang dilakukan karena Komnas HAM menerima pengaduan dari pihak keluarga Iptu Tomi. Menurut Uli, pengadu menyatakan bahwa pengungkapan kasus Iptu Tomi yang hilang sejak Desember 2024 saat mengejar KKB di wilayah hukum Polres Teluk Bintuni belum dilakukan secara profesional.
“Dan oleh karena itu, (pengadu) meminta agar dilakukan pencarian ulang secara maksimal,” ucap Uli.
Merespons pengaduan tersebut, Komnas HAM meminta keterangan Kapolda Papua Barat. Selanjutnya, Polda Papua Barat mengundang Komnas HAM untuk memantau operasi pencarian ulang tersebut. Adapun Komnas HAM menugaskan Kepala Sekretariat Komnas HAM di Papua Frits B. Ramandey untuk ikut hadir.
Selain untuk memenuhi undangan Polda Papua Barat, kehadiran Komnas HAM pada operasi tersebut juga untuk memastikan proses pencarian Iptu Tomi dilakukan secara profesional, transparan, dan maksimal demi penegakan hukum yang adil, terutama hak atas keadilan dan kepastian hukum bagi keluarga korban.
Ketika operasi pencarian sedang berlangsung, terjadi penembakan yang diduga dilakukan KKB terhadap tim pencarian, termasuk Frits Ramandey, di sekitar Sungai Rawara, Distrik Moskona, Kabupaten Teluk Bintuni pada Minggu (27/4).
“Tidak ada korban jiwa dalam serangan tersebut,” kata Uli.
Atas insiden tersebut, Komnas HAM mendesak KKB dan aparat keamanan menghormati nilai-nilai dan prinsip hak asasi manusia serta memberikan perlindungan maksimal bagi para pekerja kemanusiaan di wilayah rawan konflik di Papua.
Di samping itu, Komnas HAM meminta agar operasi SAR tahap III pencarian Iptu Tomi Marbun dilakukan secara profesional dan memastikan keamanan bagi seluruh anggota yang terlibat.
Sementara itu, anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin menyebut aksi penembakan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB Papua) terhadap Komnas HAM tak bisa ditoleransi dan dibiarkan, karena telah mengganggu kerja-kerja lembaga negara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Ketua-Komnas-HAM-Perwakilan-Papua-Frits-Ramandey-saat-berada-di-camp.jpg)