Sabtu, 25 April 2026

Makan Bergizi Gratis

19 Pelajar Korban Keracunan MBG Tasikmalaya Dirawat di Puskesmas

Kepala Puskesmas Rajapolah, Hani Hariri, menyatakan bahwa pasien pelajar mulai berdatangan untuk mendapatkan perawatan pada Kamis sore. 

Editor: Ryan Nong
KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHA
Pelajar SMP di Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, dirawat diduga keracunan usai menyantap MBG di sekolahnya bersama belasan temannya dirawat di Puskesmas Rajapolah, Tasikmalaya pada Kamis (1/5/2025) malam. 

POS-KUPANG.COM, TASIKMALAYA - Sebanyak 19 pelajar dirawat Puskesmas Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat akibat dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mereka konsumsi di sekolah pada Rabu (30/4/2025). 

Para korban masih mengalami gejala parah seperti muntah, mual, dan diare hingga Kamis (1/5/2025) malam. 

Kepala Puskesmas Rajapolah, Hani Hariri, menyatakan bahwa pasien pelajar mulai berdatangan untuk mendapatkan perawatan pada Kamis sore. 

"Sampai malam ini, pasien pelajar dengan gejala sama mual, muntah, pusing, dan buang air besar terus menerus sudah 19 orang. Pasien mendapatkan perawatan infus dan penetralisir racun di tubuhnya," ujar Hani dikutip dari Kompas. 

Salah satu orang tua korban, Riska (45), mengungkapkan bahwa anaknya awalnya diberi obat tradisional berupa air kelapa muda setelah mengeluh keracunan usai menyantap MBG.

"Anaknya mulai merasa mual, pusing, muntah, dan buang air besar terus menerus pada Rabu malam. Menu paket MBG ada daging, nasi, dan sayuran yang dimasak. Curiga anak saya saat makan sayuran yang dimasak itu rasanya agak beda," ungkap Riska.

Riska menambahkan bahwa setelah mengira anaknya sembuh, kondisi semakin parah dan akhirnya dibawa ke Puskesmas.

Saat dirawat, anaknya menemukan bahwa banyak teman-temannya juga mengalami gejala serupa.

"Sekarang menginap kayaknya dirawat di Puskesmas. Banyak ternyata teman-temannya juga dirawat di sini," ujarnya.

Sebelumnya, belasan pelajar SMP di Kecamatan Rajapolah mengalami gejala keracunan setelah menyantap MBG. Dalam grup sekolah, terdata sebanyak 16 pelajar mengalami gejala yang sama.

Sebagian pelajar memilih untuk mengonsumsi obat tradisional, sementara yang lain langsung berobat ke Puskesmas.

Seorang orang tua korban, N, mengungkapkan bahwa anaknya mulai merasakan gejala setelah mengonsumsi MBG.

"Anak saya habis makan bergizi gratis di sekolah sejak kemarin dan mulai terasanya pada jam 24.00 malam, anak saya tidak seperti biasanya buang air besar secara terus menerus," katanya.

Tak lama setelah kejadian, sebagian orang tua menerima pesan WhatsApp dari nomor tak dikenal yang meminta maaf atas kejadian keracunan tersebut.

"Terkait keluhan yang dialami beberapa anak, kami turut prihatin dan memohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Tim kami sedang mengevaluasi menu MBG yang diberikan kemarin," bunyi pesan tersebut.

Pesan tersebut juga mengimbau agar informasi ini tidak disebarluaskan ke media sosial terlebih dahulu.

"Kami mohon kerja samanya agar hal ini tidak diramaikan dulu, karena kami tengah menangani dan mengevaluasi kasus ini. Kami pastikan akan bertanggung jawab dan memberikan informasi lanjutan secepatnya," tambah N. (*)

 


Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved