Makan Bergizi Gratis
Kasus Keracunan MBG di Indonesia jadi Sorotan
Tak hanya dari dalam negeri, sejumlah media asing pun menyoroti program yang merupakan unggulan dari pemerintahan Prabowo-Gibran.
Yang lebih kontroversial, dia juga memerintahkan pemotongan anggaran sebesar 19 miliar dollar AS di berbagai sektor pemerintah untuk mendanai rencana ini. Pemangkasan anggaran berdampak luas, baik dari kementerian, pendidikan, dan pemutusan hubungan kerja (PHK).
Realokasi anggaran untuk MBG sempat memicu protes keras ketika ribuan ornag berdemonstrasi menentang pemotongan anggaran pada Februari 2025.
Selain tantangan keracunan, tuduhan korupsi juga membayangi program tersebut.
Apalagi, fakta bahwa pihak kepolisian baru-baru ini melakukan penyelidikan setelah penyedia makanan di Jakarta Selatan menuduh pihak berwenang melakukan penggelapan dana dengan mengklaim bahwa mereka belum membayar tagihan sejak Februari 2025.
3. Asia News: penetapan KLB usai keracunan MBG
Melalui artikel berjudul "Indonesian regency declares ‘extraordinary occurrence’ after 78 students suffer food poisoning" yang tayang pada Kamis (24/4/2025), Asia News Network menyoroti kasus keracunan massal akibat MBG yang terjadi di Cianjur, Jawa Barat.
Korban adalah 55 siswa SMA Islam MAN 1 Cianjur dan 23 siswa SMP PGRI 1 Cianjur. Mereka dilaporkan mengalami gejala keracunan usia mengonsumsi makanan dari program MBG.
Akibat insiden tersebut, Dinas Kesehatan Cianjur menetapkan status KLB agar penanganan kejadian berlangsung lebih cepat dan terpusat.
"Tim medis kami sedang melakukan asesmen menyeluruh terhadap penyebabnya dan semua pihak yang terlibat," kata Kepala Dinas Kesehatan Cianjur Yusman Faisal.
Dia mengatakan, semua pasien akan menerima perawatan komprehensif hingga sembuh total. Petugas kesehatan di Puskesmas juga telah diinstruksikan untuk melakukan pendataan dan pemantauan terhadap semua siswa yang mengonsumsi makanan tersebut.
Saat ini, sampel dari dapur dan muntahan korban telah dikirim ke Laboratorium Kesehatan Jawa Barat untuk diuji. Hasil pengujian diharapkan bisa selesai dalam waktu satu minggu.
"Biasanya, hasilnya baru keluar dua minggu, tetapi kami minta waktu satu minggu. Syukurlah, Dinas Kesehatan Provinsi sudah merespons dengan positif, jadi kami berharap hasilnya bisa segera keluar," kata Yusman. (*)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Kepala-BGN-mengunjungi-para-siswa-yang-dirawat-di-RS-Bhayangkara-Cianjur.jpg)