Makan Bergizi Gratis
Program MBG di Jateng, Ada Temuan Ulat dan Lauk Basi
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin menyebut pihaknya akan melakukan evaluasi pelaksanaan MBG di wilayahnya.
POS-KUPANG.COM, SEMARANG - Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis atau MBG di Provinsi Jawa Tengah diwarnai temuan ulat dan lauk basi.
Temuan ulat dan lauk basi pada program MBG itu terjadi di SMA Negeri 1 Kudus, Jawa Tengah. Selain itu, sejumlah siswa juga mengeluhkan nasi dengan tekstur keras.
Tak hanya itu, puluhan paket makanan sisa dari siswa yang tidak masuk sekolah juga terbuang setiap hari di sejumlah sekolah yang melaksanakan MBG di Kota Semarang.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin menyebut pihaknya akan melakukan evaluasi pelaksanaan MBG di wilayahnya.
“Oke nanti kita evaluasi (makanan sisa pada Program MBG),” tutur Yasin dikutip dari Kompas.com, Kamis (24/4/2025).
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah secara khusus juga akan menerjunkan tim untuk melakukan pengawasan langsung ke SMA Negeri 1 Kudus pasca temuan ulat pada makanan.
“Ya nanti itu ada yang namanya akreditasi, ada pengawasannya. Nanti kita akan datang ke sana,” ungkap dia.
Sebagai informasi, makanan yang SMAN 1 Kudus terima itu merupakan produksi dari dapur Sentra Produksi Pangan Gizi (SPPG) yang berlokasi di Desa Jepang Pakis.
Taj Yasin pun meminta kepada pelaksana program Makan Bergizi Gratis (MBG), agar menjamin kebersihan dan kualitas makanan yang disajikan.
“Saya mohon dijaga kebersihannya, dijaga kualitasnya. Tadi saya dengar di salah satu kabupaten yang makanannya sudah tidak baik. Nah, ini harus kita tinjau,” kata Taj Yasin.
Dia mengingatkan, program MBG bukan sekadar bagi-bagi makanan, tetapi tetap akan ada proses evaluasi dan akreditasi bagi pelaksananya.
“Kalau memang baik, layak, ya diteruskan. Kalau tidak, bisa diganti,” ujar pria yang juga sebagai Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Percepatan MBG Jawa Tengah ini.
Hingga kini, lanjut Taj Yasin, sudah ada 129 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG, yang tersebar di 35 kabupaten/ kota di Jawa Tengah.
“Di Kabupaten Kudus sendiri sudah ada lima dapur yang berjalan. Kemarin kami sudah kumpulkan seluruh Sekda kabupaten/ kota di Jawa Tengah di Semarang untuk koordinasi,” ujarnya.
Menurut wagub, koordinasi itu penting mengingat adanya arahan dari Badan Gizi Nasional (BGN), jika setiap kabupaten nanti akan dibangun tiga SPPG baru oleh pemerintah pusat.
“Sekarang kita tinggal menunggu proses seleksi,” jelasnya.
Ditambahkan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah mengusulkan 21 SPPG tambahan, yang dinilai siap beroperasi sebagai dapur MBG. Lokasi-lokasi itu sedang dalam proses seleksi oleh BGN.
Taj Yasin menegaskan, program MBG bukan hanya untuk memenuhi gizi anak-anak dan ibu hamil, tetapi juga harus memenuhi standar kelayakan. Program tersebut akan terus dimonitor dan dievaluasi secara berkala.
Sebagai informasi, program MBG merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menekan angka stunting, memperbaiki asupan gizi anak-anak, dan memberdayakan pelaku UMKM lokal melalui pengadaan bahan pangan. (*)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Ilustrasi-pelaksanaan-program-Makan-Bergizi-Gratis.jpg)