Selasa, 5 Mei 2026

Makan Bergizi Gratis

Program MBG di Jateng, Ada Temuan Ulat dan Lauk Basi

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin menyebut pihaknya akan melakukan evaluasi pelaksanaan MBG di wilayahnya. 

Tayang:
Editor: Ryan Nong
KOMPAS.COM/Muchamad Dafi Yusuf
SISWA SANTAP MBG - Ilustrasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di SMK Bagimu Negeri Semarang, Jawa Tengah. Wagub Jawa Tengah berjanji akan melakukan evaluasi usai temuan ulat dan lauk basi program MBG di wilayah itu. 

POS-KUPANG.COM, SEMARANG -  Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis atau MBG di Provinsi Jawa Tengah diwarnai temuan ulat dan lauk basi. 

Temuan ulat dan lauk basi pada program MBG itu terjadi di SMA Negeri 1 Kudus, Jawa Tengah. Selain itu, sejumlah siswa juga mengeluhkan nasi dengan tekstur keras.

Tak hanya itu, puluhan paket makanan sisa dari siswa yang tidak masuk sekolah juga terbuang setiap hari di sejumlah sekolah yang melaksanakan MBG di Kota Semarang. 

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin menyebut pihaknya akan melakukan evaluasi pelaksanaan MBG di wilayahnya. 

“Oke nanti kita evaluasi (makanan sisa pada Program MBG),” tutur Yasin dikutip dari Kompas.com, Kamis (24/4/2025). 

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah secara khusus juga akan menerjunkan tim untuk melakukan pengawasan langsung ke SMA Negeri 1 Kudus pasca temuan ulat pada makanan.

“Ya nanti itu ada yang namanya akreditasi, ada pengawasannya. Nanti kita akan datang ke sana,” ungkap dia.

Sebagai informasi, makanan yang SMAN 1 Kudus terima itu merupakan produksi dari dapur Sentra Produksi Pangan Gizi (SPPG) yang berlokasi di Desa Jepang Pakis.

Taj Yasin pun meminta kepada pelaksana program Makan Bergizi Gratis (MBG), agar menjamin kebersihan dan kualitas makanan yang disajikan.

“Saya mohon dijaga kebersihannya, dijaga kualitasnya. Tadi saya dengar di salah satu kabupaten yang makanannya sudah tidak baik. Nah, ini harus kita tinjau,” kata Taj Yasin.

Dia mengingatkan, program MBG bukan sekadar bagi-bagi makanan, tetapi tetap akan ada proses evaluasi dan akreditasi bagi pelaksananya.

“Kalau memang baik, layak, ya diteruskan. Kalau tidak, bisa diganti,” ujar pria yang juga sebagai Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Percepatan MBG Jawa Tengah ini.

Hingga kini, lanjut Taj Yasin, sudah ada 129 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG, yang tersebar di 35 kabupaten/ kota di Jawa Tengah.

“Di Kabupaten Kudus sendiri sudah ada lima dapur yang berjalan. Kemarin kami sudah kumpulkan seluruh Sekda kabupaten/ kota di Jawa Tengah di Semarang untuk koordinasi,” ujarnya.

Menurut wagub, koordinasi itu penting mengingat adanya arahan dari Badan Gizi Nasional (BGN), jika setiap kabupaten nanti akan dibangun tiga SPPG baru oleh pemerintah pusat.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved