NTT Terkini
Cerita Kelompok Tenun Ikat Belu Merambah Pasar Timor Leste
Ketua Kelompok Tenun Ikat Bia Bere, Maria Goreti Bisoi mengatakan, awalnya keikutsertaannya pada pameran itu difasilitasi Disperindag.
POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Salah satu kelompok tenun ikat di Kabupaten Belu Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berhasil menembus pasar mancanegara di Timor Leste.
Berawal dari keikutsertaan pada pameran tenun ikat di Dili, ibukota Timor Leste pada 2022, Kelompok Tenun Ikat Bia Bere itu mampu merebut pasar mancanegara.
Ketua Kelompok Tenun Ikat Bia Bere, Maria Goreti Bisoi mengatakan, awalnya keikutsertaannya pada pameran itu difasilitasi Disperindag. Dia menyebut, pengunjung pameran pun menyambut mereka dengan antusias.
“Di sana, kain tenun kami yang biasanya Rp500 ribu, bisa dijual seharga 50 dolar,” ujar Maria Goreti Bisoi pada Rabu (23/4/2025), dikutip dari KBRN.
Dia menjelaskan, nilai tukar yang menguntungkan membuat para perajin semakin bersemangat. Mereka mulai menjajaki pasar sendiri tanpa menunggu fasilitasi.
Dikatakannya, Pasar Kol Merah di Dili menjadi sasaran utama penjualan. Di sana banyak turis mancanegara mencari kain tradisional Timor.
Melihat tenun Atambua berjajar di pasar itu, Maria merasa bangga. Ini menjadi dorongan untuk terus berkreasi dan menembus pasar luar negeri.
"Meskipun masih skala kecil, kami tetap berani mengambil risiko. Pendapatan dari menjual tenun digunakan memenuhi kebutuhan keluarga." ucapnya.
Maria menilai, langkah ini menunjukkan bahwa UMKM tenun di Belu bisa bersaing. Asalkan ada dukungan dan kepercayaan diri untuk mencoba.
Nilai ekonomis tinggi
Dahulu, menenun hanya untuk adat istiadat dan tradisi. Kini, kain tenun menjadi sumber ekonomi keluarga berkat dukungan dari pemerintah daerah.
Ketua Kelompok Tenun Ikat Bia Bere, Maria Goreti Bisoi, menjelaskan perubahan besar dalam cara pandang terhadap tenun.
“Tenun bukan lagi sekadar tradisi, tetapi juga sumber penghasilan,” ujar Maria. Rabu (23/04/2025).
Ia mengaku bangga karena sebagai perempuan penenun, dirinya bisa membantu ekonomi keluarga. Hal ini menjadikan dirinya lebih mandiri.
Maria juga ingin nilai budaya terus diwariskan kepada generasi muda. Menurutnya, milenial harus diajak terlibat menjaga warisan leluhur ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/tais-belu1_20180808_185602.jpg)