Kota Kupang Terkini
Ekspor Global Kelor: Petani Milenial NTT Buka Akses Pasar Internasional
UMKM yang dibina Bank Indonesia ini kini terlibat aktif dalam penyediaan kelor berkualitas tinggi untuk pasar internasional.
Laporan reporter POS-KUPANG.COM, Tari Rahmaniar Ismail
POS-KUPANG.COM, KUPANG – Gestianus Sino, seorang petani milenial asal Penfui Timur, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), membawa produk kelor lokal ke panggung ekspor global melalui usaha pertanian organik terintegrasi miliknya, GS Organik.
UMKM yang dibina Bank Indonesia ini kini terlibat aktif dalam penyediaan kelor berkualitas tinggi untuk pasar internasional.
“Kelor kami baru memulai, tapi permintaan dari luar negeri sudah banyak. Pasarnya ada dan kami siap menyuplai,” kata Gestianus saat diwawancarai POS-KUPANG.COM, Selasa (22/4).
Melalui kemitraan dengan La Moringa, GS Organik fokus pada penyediaan kelor segar yang dibudidayakan secara alami. Menurut Gestianus, kelor NTT tumbuh tanpa bahan kimia, menjadikannya unggul secara kualitas.
“Kelor di sini tumbuh di padang alami dan tidak memerlukan banyak air. Kandungan airnya bahkan tidak sampai 10 persen, lebih rendah dari kelor di Jawa,” jelasnya.
Gestianus menambahkan, meski kelor pernah menjadi program pemerintah, petani sering kali kesulitan dalam memasarkan hasil panen. Ia berharap pemerintah lebih aktif mensosialisasikan arah dan mekanisme ekspor agar produksi kelor yang sudah berjalan dapat terus berkembang.
“Ada dua jenis kelor yaitu yang batang merah dan hijau. Untuk menjaga kualitas, kami sarankan panen daun tua di bagian bawah. Jika panen daun muda, warnanya mudah berubah saat dikeringkan,” tuturnya.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTT, Agus Sistyo Widjayati, menyatakan Bank Indonesia terus berupaya memperkuat ekosistem kelor di NTT.
Baca juga: Permintaan Tinggi, La Moringa Ekspor Produk Kelor ke Berbagai Negara
“Kami memberdayakan UMKM mulai dari budidaya hingga pemasaran. Kelor menjadi komoditas strategis yang berkontribusi pada ekonomi daerah,” ujarnya.
Meski proses pengolahan dan pengemasan kelor cukup kompleks, Gestianus menilai penjualan dalam bentuk segar bisa menjadi solusi praktis bagi petani. Ia berharap petani dapat terus termotivasi dan tidak beralih ke komoditas lain seperti sapi atau kambing karena kurangnya dukungan pasar.
Dengan potensi lahan dan kondisi iklim yang mendukung, kelor dari NTT kini menjadi salah satu komoditas ekspor yang menjanjikan dan menjadi simbol kebangkitan pertanian lokal di pasar global. (iar)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
| Ketua RW di Kelurahan Bello Minta Dukungan BI untuk Petani dan UMKM |
|
|---|
| Ikuti Petunjuk Jaksa, Penyidik Polsek Alak Lengkapi Berkas Kasus Penggelapan Uang PT Aneka Niaga |
|
|---|
| Warga Ungkap Kronologi Pencarian Siswa SMP Tewas Tenggelam di Bendungan Tarus |
|
|---|
| Bank Indonesia NTT Salurkan Bantuan Sarpras Ibadah ke Kapela St. Agustinus Bello |
|
|---|
| Isidorus Lilijawa dan Pengurus IKADA Kupang Periode 2026-2029 Resmi Dilantik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Gestianus-Sino-seorang-petani-milenial-asal-Penfui-Timur-Kupang.jpg)