Sabtu, 25 April 2026

Kota Kupang Terkini

Permintaan Tinggi, La Moringa Ekspor Produk Kelor ke Berbagai Negara

Bahkan, karena meningkatnya volume ekspor, pengiriman yang sebelumnya menggunakan pesawat kini telah beralih menggunakan kontainer.

Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/TARI RAHMANIAR ISMAIL
LA MORINGA - Pelepasan Ekspor Global Produk Kelor dan Cokelat UMKM NTT 

POS-KUPANG.COM, KUPANG – Permintaan terhadap tanaman kelor atau Moringa di pasar dunia terus meningkat, menjadikan komoditas lokal ini sebagai peluang ekonomi yang sangat menjanjikan, khususnya bagi petani di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kegiatan Pelaksanaan Ekspor Global Produk Kelor dan Cokelat UMKM NTT  yang dilakukan La Moringa diresmikan langsung oleh Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya N. Bakrie, Ketua Umum Bobby Wilianto, Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTT serta pihak undangan lainnya di Lantai 2 La Moringa, Kota Kupang, Senin (21/4/2025).

Dr. Andre Hartanto, Owner La Moringa, mengungkapkan bahwa perusahaannya telah melakukan ekspor ke sejumlah negara seperti Qatar, Arab Saudi, Singapura, Australia, dan saat ini sedang menjajaki kerja sama dengan Amerika Serikat.

“Permintaan dunia terhadap kelor sangat tinggi dan ini menjadi nilai yang sangat bermanfaat untuk kita,” ujar Dr. Andre kepada POS-KUPANG.COM, Senin (21/4).

Ia menyebutkan bahwa dari lima kali pengiriman ke luar negeri, La Moringa telah menghasilkan lebih dari 30 ribu USD.

Baca juga: Berkunjung ke NTT, Presiden Jokowi Pilih Menu Sajian di La Moringa Kupang

Bahkan, karena meningkatnya volume ekspor, pengiriman yang sebelumnya menggunakan pesawat kini telah beralih menggunakan kontainer.

“Satu kontainer berisi sekitar 240 karton atau pallet, berarti ribuan unit produk dalam setiap pengiriman,” jelasnya.

Produk-produk yang diekspor meliputi biskuit kelor, biskuit sorgum, teh kelor, bubuk kelor, dan cokelat kelor. Namun, tingginya permintaan belum mampu diimbangi oleh pasokan dari petani lokal.

“Saat ini kami sudah ambil semua dari petani di NTT, namun belum mencukupi kebutuhan. La Moringa membutuhkan satu sampai tiga ton per bulan, sementara pasokan dari petani NTT baru mencapai 300 kg per bulan,” ungkapnya.

Karena kekurangan pasokan tersebut, La Moringa terpaksa mengambil kelor dari daerah Jawa. Namun, Dr. Andre berharap kondisi ini tidak terus berlanjut.

“Kami berterima kasih kepada Bank Indonesia yang telah memfasilitasi kerja sama melalui MoU, sehingga beberapa petani sudah disaring dan siap memenuhi kebutuhan kami,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya konsistensi petani dalam menjaga produktivitas. “Kami tidak ingin mereka hanya sekali memenuhi kebutuhan. Harapannya, mereka bisa terus konsisten. Saat ini permintaan sangat tinggi, tapi pasokan masih rendah.” ujarnya. 

La Moringa membeli serbuk kelor dengan harga berkisar Rp 65.000 hingga Rp75.000 per kilogram, dengan syarat utama bahwa bahan baku tersebut berasal dari petani NTT.

“Meski harga tinggi, yang penting asli dari petani NTT, pasti kami ambil demi mendukung ekonomi NTT,” tegas Dr. Andre. (iar) 

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved