Senin, 4 Mei 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Senin 21 April 2025, “Supaya Mereka Pergi ke Galilea”

Kebangkitan-Nya adalah bukti bahwa Allah telah mengalahkan maut dan memberikan hidup baru kepada umat-Nya.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Eflin Rote
Foto Pribadi
Bruder Pio Hayon SVD 

Renungan Harian
Bruder Pio Hayon SVD
Hari Senin dalam Oktaf Paskah

Senin,  21 April  2025
Bacaan I: Kis. 2: 14.22-32
Injil:  Mat. 28: 8-15

“Supaya Mereka Pergi ke Galilea

Saudari/a terkasih dalam Kristus

Salam damai  sejahtera untuk kita semua.  Galilea adalah kota kecil tempat Yesus memulai karyaNya. Di Galilea ini jugalah para muridNya dipanggil menjadi rasulNya. Maka ada alasan yang besar Yesus meminta para rasulNya untuk pergi ke Galilea dan di sana mereka akan bertemu denganNya.

Saudari/a terkasih dalam Kristus

Pada hari Senin dalam Oktaf Paskah, kita merenungkan bacaan dari Kisah Para Rasul dan Injil Matius yang mengajak kita untuk memahami makna kebangkitan Yesus dan perintah-Nya kepada para murid. Tema "Supaya mereka pergi ke Galilea" mengandung pesan penting tentang misi dan pengharapan yang dibawa oleh kebangkitan Kristus.

Dalam bacaan I: Kis. 2:14.22-32, Petrus berdiri di hadapan orang banyak dan memberikan kesaksian tentang Yesus yang telah dibangkitkan oleh Allah. Ia menekankan bahwa Yesus adalah Mesias yang dijanjikan, yang telah melakukan mukjizat dan tanda-tanda di tengah mereka.

Kebangkitan-Nya adalah bukti bahwa Allah telah mengalahkan maut dan memberikan hidup baru kepada umat-Nya.

Petrus mengajak semua orang untuk percaya dan menerima keselamatan yang ditawarkan melalui Yesus. Pesan ini mengingatkan kita bahwa kebangkitan bukan hanya peristiwa sejarah, tetapi juga panggilan untuk hidup dalam iman dan menjadi saksi bagi orang lain.

Dalam bacaan Injil: Mat. 28:8-15, kita melihat bagaimana perempuan-perempuan yang menemukan kubur Yesus kosong berlari untuk memberitahukan para murid. Ketika mereka bertemu dengan Yesus, Dia menginstruksikan mereka untuk memberitahukan para murid agar pergi ke Galilea, di mana mereka akan melihat-Nya.

Perintah ini menunjukkan bahwa kebangkitan Yesus bukan hanya untuk diri-Nya sendiri, tetapi juga untuk menguatkan dan mengutus para murid dalam misi mereka.

Galilea, sebagai tempat awal pelayanan Yesus, menjadi simbol dari awal baru dan pengutusan untuk menyebarkan kabar baik.

Catatan refleksi kita atas bacaan-bacaan kita pada hari ini dengan tema "Supaya mereka pergi ke Galilea" mengajak kita untuk merenungkan bagaimana kita merespons kebangkitan Kristus dalam hidup kita. Apakah kita siap untuk pergi dan memberitakan kabar baik kepada orang lain?

Kebangkitan Yesus memanggil kita untuk tidak hanya menerima iman kita, tetapi juga untuk membagikannya kepada dunia. Kita diundang untuk menjadi saksi yang hidup, membawa harapan dan kasih kepada mereka yang membutuhkan.

Kita dipanggil juga untuk kepada misi perutusan kita masing-masing. Kebangkitan Kristus memberi kita kekuatan untuk menghadapi tantangan hidup dan mengingatkan kita bahwa kita tidak sendirian.

Seperti para murid yang diutus ke Galilea, kita juga dipanggil untuk melanjutkan misi Kristus di dunia ini. Mari kita berdoa agar kita dapat menjadi alat kasih dan pengharapan, serta berani melangkah keluar untuk memberitakan kebangkitan-Nya kepada semua orang.

Saudari/a terkasih dalam Kristus

Pesan untuk kita, pertama:  hari ini, mari kita ingat bahwa kebangkitan Yesus adalah awal dari kehidupan baru dan misi yang harus kita jalani. Kedua, dengan iman dan keberanian, kita dapat pergi ke "Galilea" kita masing-masing, menyebarkan kabar baik dan menjadi saksi yang setia bagi Kristus yang hidup. Ketiga, dengan kebangkitan Tuhan kita selalu disadarkan akan misi panggilan kita kepada Kristus.

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved