Nono Pesan Jangan Sering Main HP, untuk Anak Sekami Paroki St. Fransiskus Assisi

Nono menyampaikan empat pesan penting kepada teman-temannya di Sekami seperti tidak menghabiskan banyak waktu dengan bermain Hp, rajin berdoa, membaca

POS KUPANG/IRFAN BUDIMAN
NONO - Nono sedang pose bersama RD Yoakim Konis, Ketua Pelaksana DPP Paroki St. Fransiskus Assisi Adrianus Ceme, dan Ketua Panitia Paskah Johanis Mau bersama anggota dan tokoh masyarakat di Paroki St. Fransiskus Asisi, Minggu (20/4). 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - “Nono menyampaikan empat pesan penting kepada teman-temannya di Sekami seperti tidak menghabiskan banyak waktu dengan bermain Hp, rajin berdoa, membaca alkitab dan makan makanan yang bergizi.”

Serikat Kepausan Anak dan Remaja Misioner (Sekami) Paroki St. Fransiskus dari Assisi, Kolhua, Kota Kupang merayakan Paskah bersama Caesar Archangels Hendrik Meo Tnunay, atau yang akrab disapa Nono, bocah asal NTT yang menjuarai kompetisi abacus tingkat dunia.

Nono adalah siswa kelas 4 SD Inpres Buraen 2, Kecamatan Amarasi Selatan, Kabupaten Kupang ini baru saja kembali mengukir prestasi membanggakan dengan meraih juara pertama International Abacus World Competition 2024 yang digelar Desember 2024 lalu. 

Baca juga: Heboh Polisi Temukan Penyalagunaan BBM Bersubsidi di SPBUN Labuan Bajo

Abacus World Competition merupakan wadah perlombaan matematika untuk seluruh siswa Abacus Brain Gym di seluruh dunia.

Dalam ajang tersebut, Nono berhasil mengumpulkan 195.039 poin dan mengalahkan ribuan peserta dari berbagai negara.

Prestasi itu bukan yang pertama. Pada tahun 2022, Nono juga meraih juara 1 dalam kompetisi internasional serupa yang diadakan secara daring.

Saat itu, ia berusia tujuh tahun dan mengalahkan sekitar 7.000 peserta dari belahan dunia lain seperti Qatar dan Amerika Serikat yang menempati posisi kedua dan ketiga.

NONO - Nono sedang pose bersama RD Yoakim Konis, Ketua Pelaksana DPP Paroki St. Fransiskus Assisi Adrianus Ceme, dan Ketua Panitia Paskah Johanis Mau bersama anggota dan tokoh masyarakat di Paroki St. Fransiskus Asisi, Minggu (20/4).
NONO - Nono sedang pose bersama RD Yoakim Konis, Ketua Pelaksana DPP Paroki St. Fransiskus Assisi Adrianus Ceme, dan Ketua Panitia Paskah Johanis Mau bersama anggota dan tokoh masyarakat di Paroki St. Fransiskus Asisi, Minggu (20/4). (POS KUPANG/IRFAN BUDIMAN)

Sementara, pada tahun 2021, ia menempati posisi ketiga dalam kompetisi yang sama. Nono pada berkesempatan itu diuji keahliannya menghitung.

Soal matematika dengan angka ratusan itu pun dijawabnya dengan tepat, singkat dan santai.

Dalam perbincangan singkat di hadapan anak-anak Sekami, Nono mengaku awalnya tidak tahu bahwa dirinya kini dikenal luas. Baik di Indonesia maupun di luar negeri.

“Tidak tahu, tetapi terakhir sudah tahu,” ujarnya saat ditanya moderator kegiatan itu.

Baca juga: LIPSUS: Tidak Ada Dokter Anastesi  Ibu dan Anak Meninggal  di IGD Tc Hilers Maumere 

Nono mengaku menyukai sepak bola. Ia pun rutin bermain bola setiap hari. Pemain favoritnya adalah Marselino Ferdinan, gelandang Timnas Indonesia. 

Namun, ketika ditanya tentang cita-citanya, Nono ingin menjadi anggota TNI. Bukan pemain bola atau ahli matematika, bidang ilmu yang membawanya dikenal di seluruh dunia.

“Mau jadi tentara (TNI),” katanya.

Pada kesempatan itu, Nono menyampaikan empat pesan penting kepada teman-temannya di Sekami.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved