Senin, 13 April 2026

Flores Timur Terkini

Gunung Lewotobi Laki-laki 17 Kali Meletus dalam 11 Jam Terakhir

Aktivitas erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, NTT, menunjukkan peningkatan signifikan beberapa hari terakhir hingga Senin

|
TRIBUNFLORES.COM/HO-PGA LEWOTOBI
MELETUS - Gunung Lewotobi di Flores Timur, NTT, kembali meletus, Senin (21/4). 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Paul Kabelen

POS KUPANG.COM, LARANTUKA - Aktivitas erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur (Flotim), Provinsi NTT, menunjukkan peningkatan signifikan beberapa hari terakhir hingga Senin (21/4/2025) siang .

Merujuk laporan Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Lewotobi Laki-laki, dalam 11 jam terakhir yaitu sejak pukul 00.00 Wita hingga 10.40 Wita, Gunung yang terletak di antara Kecamatan Ile Bura dan Wulanggitang itu sudah 17 kali erupsi.

Erupsi dengan durasi waktu berdekatan itu melontarkan material vulkanik setinggi 1.000 meter hingga 3.000 meter di atas puncak gunung yang memiliki tinggi 1.584 meter di atas permukaan laut (MDPL).

Baca juga: LIPSUS: Ratusan Pemuda Seret Seng ke Jalan Tradisi Rabu Trewa Jelang Semana Santa 

Tak hanya erupsi, terdengar ledakan dahsyat bahkan terasa guncangan. Ledakan terdengar hingga Kota Larantuka yang berjarak sekira 50 kilometer dari pusat erupsi.

"Status Gunung Lewotobi Laki-laki berada pada Level III (Siaga)," demikian laporan yang dirilis pengamat Lewotobi di Desa Pululera.

MELETUS - Gunung Lewotobi di Flores Timur, NTT, kembali meletus, Senin (21/4).
MELETUS - Gunung Lewotobi di Flores Timur, NTT, kembali meletus, Senin (21/4). (TRIBUNFLORES.COM/HO-PGA LEWOTOBI)

PGA Lewotobi Laki-laki juga melaporkan aktivitas kegempaan yang terekam selama 6 jam, yakni pukul 00.00 Wita hingga 06.00 Wita.

Selama itu, Lewotobi Laki-laki mengalami 12 gempa letusan, 4 gempa hembusan, dan 1 gempa tektonik jauh.

Masyarakat diminta menjauh dan tidak boleh melakukan aktivitas apapun dalam radius 6 kilometer dari pusat erupsi Lewotobi Laki-laki.

"Tetap tenang dan mengikuti arahan Pemda serta tidak mempercayai isu-isu yang tidak jelas sumbernya," imbuh pengamat Gunung dari Pos PGA di Desa Pululera.

Baca juga: LIPSUS: Tidak Ada Dokter Anastesi  Ibu dan Anak Meninggal  di IGD Tc Hilers Maumere 

Sementara itu, sekira 6.00 jiwa masih mengungsi di camp-camp darurat maupun hunian sementara (Huntara) di Kecamatan Titehena.

Mereka adalah warga Desa Hokeng Jaya, Klatanlo, Dulipali, Nawokote, Nobo, Dusun Podor dan Dusun Kampung Baru.

Pengungsi terpusat di camp Desa Kobasoma, didominasi warga Nawokote, krisis makanan selama satu minggu terakhir.

Mereka diberi 1 mug beras kepada 1 jiwa untuk dikonsumsi dalam waktu 1 minggu.

"Kami dikasih jatah 1 mug untuk satu orang. Makanan sudah tidak ada. Kami mau pulang petik sayur atau jual komoditi untuk beli makan juga tidak bisa karena Gunung sedang meletus," ujar Lence Tobi (50), warga Nawokote di camp Kobasoma. (cbl)

 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved