Paskah 2025

Sejarah dan Makna Kamis Putih, Awal dari Tri Hari Suci Paskah

Setelah merayakan Minggu Palma, umat Kristiani akan mengikuti ibadah Kamis Putih hari ini, 17 April 2025. 

Editor: Alfons Nedabang
VATICAN MEDIA
KAMIS PUTIH - Paus Fransiskus mencium kaki seorang wanita narapidana di penjara Rebibbia di pinggiran kota Roma pada Kamis Putih, 28 Maret 2024. Sebuah ritual yang dimaksudkan untuk menekankan panggilan pelayanan dan kerendahan hati. 

POS-KUPANG.COM - Setelah merayakan Minggu Palma, umat Kristiani akan mengikuti ibadah Kamis Putih hari ini, 17 April 2025. 

Kamis Putih merupakan hari pertama Tri Hari Suci Paskah. Berikut ini sejarah dan makna Kamis Putih

Kamis Putih merupakan hari peringatan untuk mengenang perjamuan terakhir Yesus bersama para murid-Nya sebelum Dia ditangkap dan disalibkan.

Dalam perjamuan malam terakhir kalinya, Yesus berbagi roti Paskah dengan para muridnya sebelum penyaliban.

Selain itu Kamis Putih juga untuk meneladani Yesus yang membasuh kaki para muridnya, mengingat kegiatan tersebut dinilai sebagai hal yang hina dan biasa dilakukan oleh budak.

Sejarah Kamis Putih dan maknanya

Namun Yesus, seorang Mesias mau melakukan pembasuhan kaki kepada murid-muridnya. Hal ini menjadi simbol kerendahan hati dan kasih yang melayani.

Tindakan ini menunjukkan bahwa Yesus rela merendahkan diri dan melayani orang lain, termasuk para murid-Nya yang seharusnya dilayani.

Simbol pembasuhan kaki ini menunjukkan sebuah keteladanan dalam upaya pelayanan, mengasihi dan pengampunan terhadap sesama.

Pelayanan yang dimaksud bukan hanya diterapkan kepada kaum tertentu saja, melainkan kepada semua orang tanpa memandang latar belakang mereka.

Selain itu, pembasuhan ini terdapat nilai-nilai yang dapat diteladani. Seperti melayani, rendah hati, berdoa, mengasihi serta menyadarkan diri bahwa nafsu dunia akan membawa kepada maut.

Teladan yang dilakukan Yesus ini diteruskan oleh Bapa-bapa gereja sebagai simbol pengampunan dosa, kasih, dan saling melayani.

Pada ibadah atau misa Kamis Putih biasanya Romo atau Pendeta juga melakukan pembasuhan kaki terhadap perwakilan umat yang dipilih.

Sejarah juga mencatat, Kamis Putih dirayakan sejak abad ke-4 seperti yang disaksikan oleh konsili Hippo pada tahun 393. Kamis Putih umumnya telah dipahami sebagai bagian dari Tri Hari Suci.

Sejak abad ke-4, Paskah di gereja tidak hanya dirayakan sebagai hari libur hari Minggu. Paskah dan semua perayaannya telah berkembang.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved