Prakiraan Cuaca
Waspada, Bibit Sikon Tropis Sedang Bergerak ke Selatan NTT, BMKG Sebut Picu Cuaca Ekstrem di NTT
Waspada, Bibit Sikon Tropis Sedang Bergerak ke Selatan NTT, BMKG sebut picu cuaca ekstrem di NTT
Penulis: Adiana Ahmad | Editor: Adiana Ahmad
POS-KUPANG.COM - Peringatam dini Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ).
Waspada, bibit siklon tropis sedang bergerak dari Laut Arafura menuju Selatan NTT.
Menurut BMKG, bibit siklon tropis tersebut diperkirakan sampai ke Wiayah NTpada Jumat (11/4/2025).
BMKG mengimbau masyarakat di NTT untuk mewaspadai dampak bibit siklon tropis tersebut seperti hujan lebat disertai petir dan angin kencang.
Prakirawan BMKG Sikka, Ibrahim Muassis dalam siaran langsung RRI pada Selasa (8/4/2025) menyebut, sebagian besar wilayah NTT kini tengah memasuki masa peralihan dari musim hujan ke kemarau.
Baca juga: BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Sepekan untuk Wilayah NTT
Namun, terdapat potensi pertumbuhan bibit siklon tropis di wilayah Laut Arafura, barat Papua Selatan.
Bibit siklon tropis tersebut diprediksi bergerak ke arah selatan NTT pada Jumat, 11 April 2025.
Pergerakan ini berpotensi menyebabkan hujan lebat disertai petir dan angin kencang, khususnya di wilayah timur NTT.
Untuk prakiraan cuaca harian, BMKG menyampaikan bahwa pada pagi hari berpotensi terjadi hujan ringan. Sementara siang hingga malam hari diperkirakan masih terdapat potensi hujan sedang hingga lebat.
Kondisi cuaca pada dini hari umumnya berawan hingga berpotensi hujan ringan. Suhu udara di wilayah NTT berkisar antara 23 hingga 32 derajat Celcius, dengan kelembapan antara 65 hingga 90 persen.
Arah dan kecepatan angin diperkirakan sekitar 15 kilometer per jam. Kondisi ini juga berdampak pada tinggi gelombang laut di sejumlah wilayah perairan NTT.
Baca juga: BMKG Ingatkan Pemudik:Waspada Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah saat Arus Balik Lebaran 6-7 April 2025
Di perairan utara Flores, tinggi gelombang laut berkisar antara 0,1 hingga 0,5 meter. Sedangkan di perairan selatan NTT, gelombang dapat mencapai 0,5 hingga 1,25 meter.
Masyarakat diminta tetap waspada, terutama yang tinggal di wilayah pesisir atau memiliki aktivitas kelautan. Cuaca ekstrem bisa berdampak pada keselamatan dan aktivitas harian warga.
BMKG juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi hoaks terkait cuaca. Informasi resmi dapat diakses melalui aplikasi Info BMKG maupun media sosial resmi BMKG.
"Pantau terus pembaruan cuaca melalui kanal resmi kami. Jangan hanya percaya pada kabar dari grup WhatsApp atau media sosial yang belum jelas sumbernya," ujar Ibrahim. (*)
Ikuti berita POS-KUPANG.com di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.