Konflik Israel Palestina

Serangan Israel di Gaza Disebut Hamas Telah Bahayakan Nyawa Para Sandera

Hamas memperingatkan taktik semacam itu justru membahayakan keselamatan para sandera, bukan memfasilitasi pembebasan mereka dengan aman.

Editor: Ryan Nong
AFP/TENTARA ISRAEL
Sayap bersenjata Hamas mengatakan mereka telah menahan setidaknya satu tentara Israel dalam penyergapan kemarin di Jalur Gaza, klaim yang dibantah Israel. 

POS-KUPANG.COM, GAZA - Eskalasi militer Israel yang sedang berlangsung di Jalur Gaza justru membahayakan nyawa para warga Israel yang sedang disandera, bukan memberikan harapan bagi mereka untuk kembali dengan selamat.

Demikian sebuah pernyataan Hamas yang dirilis pada Selasa (8/4/2025). 

Kelompok militan Palestina itu menggambarkan bahwa tindakan Israel lebih dari sekadar tekanan militer, dan menyebutnya sebagai "balas dendam brutal" yang menargetkan warga sipil tak berdosa.

Dikutip dari Antara yang merilis Anadolu, Hamas memperingatkan taktik semacam itu justru membahayakan keselamatan para sandera, bukan memfasilitasi pembebasan mereka dengan aman.

"Satu-satunya cara untuk mengamankan kembalinya para sandera adalah melalui negosiasi," kata Hamas.

Israel kembali melancarkan operasi militer intensif di Gaza pada 18 Maret, usai implementasi tahap pertama kesepakatan gencatan senjata yang memfasilitasi pertukaran sandera-tawanan dengan Hamas.

Menurut otoritas kesehatan yang berbasis di Gaza, aksi militer Israel selama 24 jam terakhir telah menewaskan 58 orang dan melukai 213 lainnya. Perkembangan ini menambah total warga Palestina yang tewas sejak 18 Maret menjadi 1.449 orang dan jumlah korban luka menjadi 3.647 orang.

Sejak 7 Oktober 2023, konflik telah merenggut nyawa 50.810 warga Palestina dan menyebabkan 115.688 lainnya luka-luka, menurut otoritas kesehatan Palestina. (*)

 

Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved