Manggarai Barat Terkini
Uskup Manggarai Barat Tanggapi Video Viral Warga Kubur Patung Bunda Maria
Uskup Manggarai Barat, Mgr Maksimus Regus, menanggapi video viral terkait warga kubur patung Bunda Maria.
Penulis: Engelbertus Aprianus | Editor: OMDSMY Novemy Leo
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Berto Kalu
POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO - Uskup Manggarai Barat, Mgr Maksimus Regus, menanggapi video viral terkait warga kubur patung Bunda Maria.
Sebelumnya, sebuah video yang memperlihatkan patung Bunda Maria dikuburkan dalam tanah itu viral di media social (medsos). Kejadian itu terjadi di Kampung Nggawut, Desa Lawi, Kecamatan Kuwus, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Provinsi NTT.
Dalam komentar netizen di medsos, banyak yang mengecam tindakan tersebut dan meminta polisi untuk segera menangkap orang yang menguburkan patung Bunda Maria itu.
Baca juga: Wisata Ribuan Wisatawan Serbu Patung Bunda Maria Teluk Gurita Belu
"Ini tidak bisa main-main. Kita akan laporkan secara resmi di Polsek. Pelakunya harus ditangkap," kata salah satu warga, dalam video tersebut, dikutip Pos Kupang, Jumat (4/4) lalu.
Viralnya video tersebut meresahkan masyarakat hingga Keuskupan Labuan Bajo pun angkat bicara.
Uskup Labuan Bajo Mgr. Maksimus Regus menjelaskan, kegiatan penguburan patung itu sebenarnya merupakan bagian dari tradisi gereja.
"Ada kebiasaan untuk bilamana ada barang rohani yang rusak dan tidak digunakan lagi, bisa dikuburkan dalam tradisi gereja," jelas Uskup Maksimus Regus.
Lebih lanjut, Uskup Maksimus Regus menekankan bahwa penguburan patung harus dilakukan dengan tata cara yang baik dan setelah berkonsultasi dengan imam serta pastor paroki.
Baca juga: Berdoa Sambil Berwisata di Patung Bunda Maria Segala Bangsa Teluk Gurita
Kedepan, Uskup Maksimus Regus berharap agar kejadian tersebut dapat ditangani secara baik dan bersama-sama. Dia berharap masyarakat tidak menafsirkan tindakan ini secara berlebihan.
Sebab penguburan patung yang sudah rusak itu merupakan bagian dari tradisi gereja.
Uskup Maksimus Regus juga berharap agar situasi ini tidak sampai mengganggu kehidupan bersama umat bergama, terutama menjelang akhir Prapaskah dan perayaan Paskah bagi umat Katolik.
"Mungkin pelaksanaannya ke depan agar terus berkoordinasi dengan pastor paroki, sehingga pelaksanaan tidak menimbulkan penafsiran," tegas Uskup Maksimus Regus. (uka)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
Manggarai Barat Terkini
Uskup Manggarai Barat
Maksimus Regus
POS-KUPANG.COM
Kampung Nggawut
Desa Lawi
Kecamatan Kuwus
| Pemkab Manggarai Barat Tegaskan WFH Bukan Hari Libur, Sanksi Tegas Siap Diberikan |
|
|---|
| Raimas Komodo Polres Manggarai Barat Bantu Pembangunan Mushola Sabilul Huda di Merombok |
|
|---|
| Laporkan Personil Brimob Batalyon B Pelopor yang Tidak Berkenan di Masyarakat |
|
|---|
| Polsek Lembor Manggarai Barat Mediasi Konflik Sopir Travel Ruteng dan Lembor |
|
|---|
| 1.000 Pengunjung Per Hari ke Taman Nasional Komodo Pakai Kajian Tahun 2018 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Tangkapan-layar-video-yang-memperlihatkan-patung-Bunda-Maria.jpg)