Renungan Harian Kristen
Renungan Harian Kristen Sabtu 29 Maret 2025, Pengorbanan Kristus Bagi Pernikahan
Gambaran inilah yang ada dalam rancangan Allah ketika Ia mengutus Anak Tunggal-Nya datang untuk mempelai perempuan-Nya dan mati baginya.
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Renungan Harian Kristen Sabtu 29 Maret 2025 dengan judul Pengorbanan Kristus Bagi Pernikahan.
Kasihilah istrimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya.
Renungan Harian Kristen ini merujuk pada Kitab Efesus 5:25-33.
Artikel ini dilansir dari buku Renungan Harian Suluh Injil, ditulis oleh anggota Komunitas Suluh Injil.
Renungan berdasarkan Alkitab dan ajaran iman Kristen, yang bersumber dari Alkitab - LAI Terjemahan Baru Edisi 2 (TB2).
Baca juga: Renungan Harian Kristen Jumat 28 Maret 2025, Dosa: Kerusakan Hubungan Manusia.
POS-KUPANG.COM telah mendapat izin dari Pdt. Yudith A. Nunuhitu Follabessy, M.Si, anggota Tim Penyusun Renungan Harian Suluh Injil edisi Maret 2025.
Tema Bulan Maret 2025, Menghayati Sengsara Yesus: Merengkuh Kerapuhan Hidup.
Simak selengkapnya Renungan Harian Kristen:
Penciptaan Adam dan Hawa memberi kita pengertian tentang kehendak Allah bagi umat manusia sejak semula, yaitu satu pasangan yang dipersatukan untuk tujuan pendampingan dan prokreasi.
Pendampingan berarti sebagai orangtua, hubungan Adam dan Hawa harus memberikan keamanan dan memenuhi semua kebutuhan bagi anak-anak.
Relasi seksual antara laki-laki dan perempuan dapat diterima dalam konteks pernikahan. Dosa mengakibatkan semuanya menjadi kacau.
Mengapa kita perlu membahas hal ini? Pertama, rancangan Tuhan bagi pernikahan dinyatakan dalam sikap suami yang mengasihi istrinya seperti Kristus mengasihi jemaat-Nya dan sikap istri yang menghormati suami seperti sikap jemaat terhadap Kristus.
Gambaran inilah yang ada dalam rancangan Allah ketika Ia mengutus Anak Tunggal-Nya datang untuk mempelai perempuan-Nya dan mati baginya.
Ini tidak berarti para suami harus mati di tangan istrinya yang jahat, seperti Kristus di tangan manusia.
Walaupun sejak semula Allah tidak bertujuan membuat setiap pernikahan menjadi hubungan yang penuh penderitaan tetapi banyak pasangan suami-istri mengalaminya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/suluh-injil.jpg)