TTU Terkini

Januari-Maret 2025, DBD di Kabupaten TTU Capai 75 Kasus

Peningkatan kasus DBD yang sangat signifikan ini mesti diwaspadai oleh semua masyarakat. Apalagi Penyakit DBD rentan terjadi pada musim hujan.

Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/DIONISIUS REBON
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Timor Tengah Utara, Robertus Tjeunfin  

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon 

POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) sejak Bulan Januari sampai Bulan Maret 2025 mencapai 75 kasus. Angka tersebut perlahan menurun sejak Bulan Januari 2025 lalu.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten TTU, Robertus Tjeunfin saat diwawancarai POS-KUPANG.COM, Selasa, (25/3/2025).

Dikatakan Robert, 75 kasus tersebut terdata dari jumlah pasien yang dirawat di fasilitas kesehatan baik itu puskesmas maupun rumah sakit. 

"Sedangkan kasus meninggal dunia akibat DBD tidak ada. Semua sembuh dan pulang,"ujarnya.

Robert menjelaskan, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) pada Bulan Januari 2025 sebanyak 38 kasus. Jumlah kasus DBD di awal tahun 2025 terbilang cukup tinggi.

Baca juga: Perbaiki Moral ASN, Bupati TTU Larang Penggunaan Mobil Dinas pada Hari Libur


Jumlah ini lebih tinggi dari kasus DBD Bulan Januari 2024 lalu. Kasus DBD pada tahun 2025 ini terbilang cukup fantastis. Bahkan berdasarkan data, kasus DBD pada tahun 2024 lalu hanya mencapai puluhan kasus.

Peningkatan kasus DBD yang sangat signifikan ini mesti diwaspadai oleh semua masyarakat. Apalagi Penyakit DBD rentan terjadi pada musim hujan.

Dalam upaya mengatasi peningkatan kasus DBD tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten TTU dan semua puskesmas rutin memberikan sosialisasi, penyuluhan, dan kunjungan ke masyarakat. 

Ia mengakui bahwa, ada peningkatan kasus DBD dalam kondisi perubahan cuaca beberapa waktu terakhir. Pasalnya, perubahan cuaca ini berdampak pada perkembangan Nyamuk Aedes Aegypti.

"Sehingga kebersihan lingkungan itu perlu diperhatikan," ucapnya, Selasa, 4 Februari 2025.

Selain itu, saat ini Dinas Kesehatan melakukan sosialisasi upaya pemberantasan sarang nyamuk melalui kegiatan 3M Plus, melakukan fogging, dan menaburkan larvasida di daerah-daerah yang rawan. 

Baca juga: Pengajuan TTU Jadi Daerah Tertinggal Segera Diwujudkan, Bupati Beberkan Alasan Rasional

Robert menegaskan bahwa, belum ada korban jiwa dari Kasus DBD di Kabupaten TTU. Semua pasien DBD berhasil ditangani petugas kesehatan.

Ia meminta masyarakat Kabupaten TTU untuk waspada terhadap penyebaran penyakit DBD ini. Selain itu masyarakat juga mesti memperhatikan kebersihan di rumah maupun di pekarangan rumah.

Merespon peningkatan kasus tersebut, Robert mengimbau masyarakat memperhatikan tempat-tempat perindukan nyamuk Aedes aegypti seperti selokan, dan tempat penampungan air serta sampah kaleng bekas di sekitar pemukiman.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved