Selasa, 5 Mei 2026

Makan Bergizi Gratis

Penyaluran Paket MBG di Kudus Dihentikan Sementara

Ia mengungkapkan selama bulan puasa pihaknya masih menyalurkan paket menu MBG bagi 3.267 siswa yang tersebar di Kecamatan Mejobo.

Tayang:
Editor: Ryan Nong
KOMPAS.COM/MARKUS YUWONO
MENU MBG RAMADAN - Iluistrasi siswa SDN 1 Wonosari, Gunungkidul, membuka Paket makan bergizi gratis (MBG), Kamis (6/3/2025). Menu makan untuk ramadan menuai kritik karena makanan ultra-proses. 

POS-KUPANG.COM, KUDUS - Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Hybrid Nasrul Ummah di Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah menghentikan sementara penyaluran paket menu makan bergizi bagi para pelajar karena siswa memasuki masa libur Lebaran.

"Mulai hari ini (21/3) siswa mulai libur, sehingga penyaluran dilanjutkan kembali setelah siswa masuk sekolah pada tanggal 9 April 2025," kata Kepala Unit Pelayanan SPPG Ponpes Nashrul Ummah Nuzilul Munawaroh dikutip dari Antara, Jumat.

Ia mengungkapkan selama bulan puasa pihaknya masih menyalurkan paket menu MBG bagi 3.267 siswa yang tersebar di Kecamatan Mejobo.

Hanya saja, kata dia, menu makannya berbeda dengan sebelum puasa yang biasanya memakai nasi. Sedangkan selama puasa diganti dengan snack seperti telur, susu, biskuit, buah, dan kurma.

Tentunya dengan menu tersebut, tidak mudah basi dan bisa dikonsumsi hingga menjelang berbuka puasa.

Karena per hari ini para siswa mulai libur Lebaran, maka penyaluran terakhir adalah pada Kamis (20/3).

SPPG Ponpes Nashrul Ummah Kudus atau dapur MBG mulai beroperasi secara resmi sejak 13 Januari 2025.

Adapun sasarannya merupakan siswa yang sekolahnya di Kecamatan Mejobo. Sebanyak 3.267 siswa tersebut berasal dari 17 sekolah dengan radius 2 kilometer.

Menu makanan setiap sepekan juga sudah disiapkan, sehingga setiap harinya ada perbedaan menu makanan agar siswa tidak bosan. Sedangkan perubahan menunya dilakukan setiap 10 hari. Sedangkan untuk siswa yang alergi makanan juga akan disesuaikan menunya.

Jumlah menu makan bergizi yang didistribusikan ke masing-masing sekolah, disesuaikan dengan jumlah siswa yang masuk sekolah, sehingga ketika ada yang bolos tentu akan dilaporkan pihak sekolah karena sudah ada grup WhatsApp. (*)

 

Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved