NTT Terkini
Gubernur Melki Minta BPOM Tingkatkan Kualitas Produk Lokal NTT
Kepala BPOM RI Taruna Ikrar, meminta setiap kabupaten/kota di NTT menyiapkan lahan untuk pembangunan Unit Pelayanan Teknis (UPT)
Penulis: Irfan Hoi | Editor: Eflin Rote
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena meminta Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI untuk membantu peningkatan kualitas produk lokal di NTT.
Dukungan itu untuk membantu perwujudan program One Village One Product atau Satu Desa/Kelurahan Satu Produk. Terutama pada sektor UMKM.
Kepala BPOM RI Taruna Ikrar, meminta setiap kabupaten/kota di NTT menyiapkan lahan untuk pembangunan Unit Pelayanan Teknis (UPT) guna mempercepat pengawasan dan pengembangan produk lokal.
Dia berkata, pentingnya kontribusi produk obat dan makanan dalam mendorong perekonomian nasional.
"Pasar farmasi di Indonesia mencapai Rp176,3 triliun, kosmetik Rp110,29 triliun, dan makanan Rp4.388 triliun. NTT memiliki potensi besar untuk berkontribusi lebih besar ke pasar ini," kata dia saat bertemu Melki Laka Lena dan para Kepala Daerah NTT di Gedung Rempah BPOM, Jakarta, Kamis (20/3/2025).
Untuk diketahui saat ini, Provinsi NTT baru memiliki lima UPT BPOM yang tersebar di Kota Kupang, Ende, Manggarai Barat, Belu, dan Sumba Timur.
Agar memperluas cakupan layanan, para Kepala Daerah menyatakan kesiapannya menghibahkan lahan. Kabupaten Belu, Rote Ndao, Timor Tengah Utara (TTU), dan Ngada telah menyediakan masing-masing satu hektare lahan.
Baca juga: Melki Laka Lena dan Para Kepala Daerah Gandeng KKP Kembangkan Sektor Kelautan di NTT
Melki Laka Lena mengatakan, NTT memiliki 844 desa dengan produk unggulan, dan 35 desa telah menembus pasar ekspor.
"Kami ingin BPOM membantu meningkatkan kualitas produk lokal agar lebih kompetitif di pasar nasional maupun internasional," kata dia.
Mantan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI itu juga berharap agar BPOM bisa menggandeng perusahaan besar untuk menyalurkan Corporate Social Responsibility (CSR) guna membantu penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem di NTT.
Wali Kota Kupang, Christian Widodo pada kesempatan tersebut juga menyoroti soal kebutuhan peningkatan sumber daya manusia (SDM) untuk memeriksa sampel obat dan makanan.
"Kami juga membutuhkan anggaran lebih untuk pemeriksaan produk agar pengawasan bisa lebih optimal," jelasnya.
Dengan dukungan BPOM dan sinergi antar-pemangku kepentingan, NTT diharapkan mampu memperkuat daya saing produk lokalnya dan menciptakan peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat. (fan)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
| Percepatan Penyaluran BOK Puskesmas di NTT Masih Rendah, DJPb Dorong Akselerasi Daerah |
|
|---|
| Stok Minyakita di NTT Aman, Bulog Pastikan Harga Stabil Sesuai HET |
|
|---|
| Mahasiswa Politani Kupang Berbagi Pengalaman Studi dan Magang di Belanda |
|
|---|
| Realisasi Pajak Pemprov NTT hingga April 2026 Sebesar 9 Persen dari Target Rp 1,9 Triliun |
|
|---|
| Komunitas IMof NTT Diberi Penguatan Kapasitas Hak Asasi Manusia |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Gubernur-NTT-Melki-Laka-Lena-bersama-para-Kepala-Daerah-di-NTT.jpg)