Sabtu, 25 April 2026

TTU Terkini

Dilanda Longsor, Jalan Penghubung Kecamatan Noemuti dan Noemuti Timur Nyaris Putus 

Lokasi tersebut, kata dia, dilanda longsor sejak Selasa, 11 Maret 2025. Longsor ini kemudian meluas pada Jumat, 14 Maret 2025.

Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/DIONISIUS REBON
LONGSOR - Kondisi lokasi longsor di Desa Naob, Kecamatan Noemuti Timur, Kabupaten TTU, NTT. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon 

POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Ruas jalan yang menghubungkan Kecamatan Noemuti dan Kecamatan Noemuti Timur, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terancam putus. Jalan tersebut dilanda longsor pada, Jumat (14/3/2025).

Longsor terparah ini terjadi di RT 12, Dusun C, Oepope, Desa Naob, Kecamatan Noemuti Timur. Nyaris semua badan jalan jatuh ke dalam kebun milik warga.

Jalan ini menghubungkan Desa Popnam, Desa Naob, Desa Haekto dan Desa Manikin. Selain titik terparah di Desa Naob ini, sejumlah titik di sepanjang jalan itu juga terdampak longsor.

Longsor ini menyebabkan arus lalu lintas yang menghubungkan Desa Popnam, Desa Naob ke Desa Haekto dan Desa Manikin terganggu. Badan jalan sepanjang 80 meter di titik tersebut, dilanda longsor dan jatuh ke kebun warga.

Kerusakan akibat longsor ini berpotensi akan meluas apabila intensitas hujan meningkat beberapa waktu ke depan. 

Baca juga: Anggota DPRD TTU Minta Aktivitas Galian C di Kali Noemuti Dihentikan 

Saat diwawancarai, Warga Desa Naob bernama, Teofilus Metkono mengatakan, longsor di ruas jalan tersebut merupakan rangkaian dari beberapa longsor sebelumnya. Areal perkebunan warga sepanjang 1 kilometer dilanda longsor.

Ia mengakui bahwa, sebelumnya wilayah tersebut tidak pernah dilanda longsor. Namun, longsor ini terjadi usai wilayah tersebut diguyur hujan selama 2 hari.

Lokasi tersebut, kata dia, dilanda longsor sejak Selasa, 11 Maret 2025. Longsor ini kemudian meluas pada Jumat, 14 Maret 2025.

Menurutnya, ruas jalan ini merupakan satu-satunya jalan penghubung antara Desa Popnam, Desa Naob dan Desa Manikin serta Desa Haekto. Jalan tersebut juga merupakan satu-satunya akses menuju ke Kota Kefamenanu.

Ia meminta Pemkab TTU untuk segera menindaklanjuti persoalan longsor yang dialami masyarakat tersebut. Pasalnya, kondisi ini akan semakin parah jika terus dibiarkan.

Ruas jalan ini juga menjadi satu-satunya akses masyarakat mengangkut hasil pertanian di sentra pertanian di wilayah Desa Haekto menuju ke Kota Kefamenanu maupun ke wilayah lainnya.

Dikatakan Teofilus menilai, salah satu cara untuk membantu masyarakat bisa mengakses ruas jalan ini yakni relokasi lokasi jalan ke titik baru. (bbr)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved