Kerja Sama Indonesia dan Timor Leste
Kolaborasi Riset Berkelanjutan Indonesia dan Timor Leste
Kuliah umum ini menghadirkan Duta Besar Timor-Leste di Indonesia, Roberto Sarmento de Oliveira Soares
POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Dalam era global seperti saat ini, pendidikan tinggi harus bersifat inklusif dan berorientasi pada masa depan. Pendidikan juga harus inovatif dan berdampak nyata.
Hal itu disampaikan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Indonesia, Prof. Brian Yuliarto, Ph.D., pada Kuliah Umum bertajuk “Education for Sustainable Development in Timor Leste” yang digelar Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya di Ballroom Gedung Yustinus lantai 15, Kampus Semanggi, Jakarta.
"Dengan memperkuat kolaborasi, riset interdisipliner, dan pengembangan keterampilan, kita bisa menciptakan solusi berkelanjutan yang mampu menjawab tantangan sosial, ekonomi, dan lingkungan," ujar Brian dikutip dari Tribunnews.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Unika Atma Jaya dalam memperkuat jejaring akademik internasional serta berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara.
Kuliah umum ini menghadirkan Duta Besar Timor-Leste di Indonesia, Roberto Sarmento de Oliveira Soares. Dirinya mengatakan pendidikan adalah kunci utama dalam membangun masa depan yang berkelanjutan.
"Kolaborasi akademik antara Timor-Leste dan Indonesia akan membuka peluang besar bagi generasi muda untuk mengembangkan ilmu dan berkontribusi dalam menciptakan dunia yang lebih inklusif dan berkelanjutan," katanya.
Rektor Unika Atma Jaya, Prof. Dr. dr. Yuda Turana, Sp.S(K), juga turut menyampaikan bahwa pendidikan berkelanjutan merupakan bagian dari visi utama Unika Atma Jaya dalam menciptakan dampak sosial yang nyata.
"Sebagai institusi pendidikan yang berkomitmen pada sustainability, Unika Atma Jaya terus memperkuat kerja sama dengan Timor-Leste, baik melalui program beasiswa maupun riset kolaboratif, untuk menciptakan solusi nyata bagi masyarakat," ucap Prof. Yuda.
"Pendidikan bukan sekadar tentang akademik, tetapi juga tentang bagaimana kita bisa membangun masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang," tambah Prof. Yuda.
Unika Atma Jaya melihat pendidikan memiliki peran besar dalam menciptakan perubahan yang berdampak luas.
Kuliah umum ini menjadi momentum penting dalam menguatkan kolaborasi akademik antara Indonesia dan Timor-Leste, khususnya dalam pengembangan kebijakan pendidikan tinggi yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.
Dalam sesi umum, H.E. Mr. José Honório da Costa Pereira Jerónimo, Menteri Pendidikan Tinggi dan Sains Timor-Leste, menyoroti bagaimana pendidikan dapat menjadi solusi bagi tantangan sosial, ekonomi, dan lingkungan di negaranya.
"Kami memahami bahwa tanpa investasi yang kuat di sektor pendidikan, pembangunan berkelanjutan tidak akan bisa terwujud. Oleh karena itu, kami terus mendorong kerja sama dengan institusi akademik seperti Unika Atma Jaya, yang memiliki visi yang sejalan dalam membangun sistem pendidikan yang berkualitas, berdaya saing, dan berorientasi pada masa depan," ujarnya.
Selain sesi kuliah dan diskusi interaktif, acara ini juga menjadi ajang soft launching Timor-Leste Research Hub, sebuah inisiatif riset kolaboratif antara Unika Atma Jaya dan akademisi Timor Leste.
Inisiatif ini mencerminkan semangat kerja sama lintas negara dalam menghasilkan penelitian yang relevan dan berdampak bagi masyarakat.
Dirinya berharap agar mahasiswa dan mahasiswi yang menempuh pendidikan di Indonesia dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya.
Dengan ilmu dan pengalaman yang diperoleh, mereka diharapkan dapat kembali ke Timor-Leste setelah lulus untuk berkontribusi dalam pembangunan negara, memperkuat kapasitas sumber daya manusia, serta membawa perubahan positif bagi masyarakat dan bangsa. (*)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.