Kota Kupang Terkini
Selain Gratis, Kolam Air Sagu Tawarkan Kesejukan Bagi Pengunjung
Maman yang sudah berjualan sejak tahun 2010 di Batuplat itu juga mengatakan kolam air sagu tersebut mulai ramai setelah badai seroja tahun 2021 lalu.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Kristoforus Bota
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Kolam Air Sagu menjadi alternatif pengunjung untuk menikmati suasana sejuk bagi masyarakat Kota Kupang dan sekitarnya dalam mengisi hari libur maupun hari biasa.
Pantauan POS-KUPANG.COM, Kamis (6/3/2025), Kolam Air Sagu yang terletak di Kelurahan Batuplat, Kecamatan Alak, Kota Kupang ini banyak pengunjung yang terus berdatangan.
Pengunjung, baik anak-anak hingga orang dewasa menikmati sejuknya kolam tersebut.
Kesa Manuolla, pemuda sekitar ketika diwawancarai mengatakan, tempat tersebut tiap hari tidak pernah sepi.
"Di sini kan tidak ada tagihan biaya masuk atau bayar parkir. Intinya kita bisa sama-sama jaga kebersihan kolam dan sekitarnya," ujar Kesa.
Baca juga: Bhabinkamtibmas Batuplat Kota Kupang Damaikan Pasangan Suami Istri yang Berpisah Selama 4 Tahun
Kesa juga mengatakan di tempat tersebut telah tersedia tempat sampah.
"Di sini kan sudah ada tempat - tempat sampah, jadi kita harap supaya setiap pengunjung yang datang itu bisa jaga kebersihan. Kalau ada sampah yang dibawa itu kita minta supaya dibuang pada tempat sampah yang tersedia, sehingga tempat ini tetap kelihatan bersih dan air kolamnya tidak kotor," pinta Kesa.
Ani salah seorang pengunjung kolam itu, saat ditemui mengatakan, dirinya baru selesai mandi di kolam air sagu itu.
"Kolamnya sangat bersih. Selain kolamnya bersih, udara di tempat itu sangat sejuk. Sehingga buat katong (kita) nyaman saat mandi di situ," ujar Ani.
Selain itu, Ani juga mengatakan berwisata di tempat tersebut tidak dipungut biaya apapun.
"Katong masuk kesitu kan tidak dipungut biaya masuk dan juga tidak bayar karcis. Jadi enak dong. Katong su bisa lepas lelah dengan menikmati kolam itu, karcis masuk juga tidak di pungut," ujar Ani sambil tersenyum.
Di sudut pintu masuk kolam itu, terdapat seorang pedagang kaki lima (PKL) yang sedang menjajakan Salome di atas gerobak yang termuat di atas motor. PKL itu bernama Maman. Ia kelihatan sangat sibuk melayani para pembeli usai memikmati air di kolam itu.
Saat di temui mengatakan di kolam air sagu itu pernah dijaga oleh para pemuda sekitar.
"Di Kolam Air Sagu ini dulu sempat dijaga oleh pemuda sini. Mereka saat itu hanya tagih parkiran saja. Satu motor pada saat itu Rp 2000. Tapi tagihan mungkin hanya berlaku tiga bulan saja. Setelah itu hingga sekarang ni sudah tidak ada biaya parkir lagi," ujar Maman.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.