Kunci Jawaban

Kunci Jawaban IPS Kelas 7 Halaman 207 Kurikulum Merdeka, Suku Bali yang Punya Budaya Berbeda

Cari suku di Bali yang memiliki kebudayaan berbeda dalam merawat jenazah? Simak kunci jawabannya berikut.

Penulis: Agustina | Editor: Rahma
Kemdikbudristek, 2021
ILUSTRASI KUNCI JAWABAN - Lembar Aktivitas 1: Aktivitas Individu dalam Buku Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMP Kelas VII halaman 207, Kurikulum Merdeka. Kunci jawaban IPS kelas 7 SMP halaman 207 kurikulum merdeka. (KEMDIKBUDRISTEK, 2021) 

POS-KUPANG.COM - Berikut kunci jawaban IPS kelas 7 SMP halaman 207 kurikulum merdeka.

Pada Aktivitas 1, siswa diminta untuk mencari suku di Bali yang memiliki budaya berbeda, terutama dalam merawat jenazah.

Cari alasan mengapa budaya tersebut berbeda dengan budaya masyarakat Bali pada umumnya. Lalu, jelaskan bagaimana pemulasaran mayat leluhur mereka.

Pertanyaan ini ada dalam Buku Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMP Kelas VII halaman 207 Kurikulum Merdeka, Tema 04: Pemberdayaan Masyarakat.

Baca juga: Kunci Jawaban IPS Kelas 7 Halaman 199 Kurikulum Merdeka, Evaluasi Tema 3 Esai

Kunci Jawaban IPS Kelas 7 SMP Halaman 207 Kurikulum Merdeka

Isolasi geografis tidak hanya terjadi pada sebuah pulau, carilah nama dari suku di Bali yang memiliki kebudayaan yang berbeda, terutama dalam merawat jenazah, carilah alasan mengapa kebudayaan mereka berbeda 
dengan masyarakat Bali pada umumnya, serta jelaskan bagaimana pemulasaraan mayat leluhur mereka!

Penjelasan 

Salah satu suku di Bali yang memiliki budaya berbeda, khususnya dalam merawat jenazah adalah Suku Aga di Desa Trunyan.

Suku Aga tidak merawat jenazah dengan cara dikubur atau dibakar (ngaben), tetapi dengan meletakkan jenazah di bawah pohon Taru Menyan.

Mengapa bisa berbeda dengan masyarakat Bali pada umumnya?

Suku Aga merupakan kelompok masyarakat Bali yang mendiami kawasan pegunungan dan terisolasi.

Budaya pemakaman ini disebut 'kubur angin' yang dipercaya sudah menjadi tradisi sejak zaman kerajaan.

Baca juga: Kunci Jawaban IPS Kelas 7 Halaman 195-198 Kurikulum Merdeka, Evaluasi Tema 3 Pilihan Ganda

Menariknya, walaupun jenazah tidak dikubur, bau tidak enak yang biasanya keluar dari jenazah tidak pernah tercium.

Diyakini bahwa bau tidak enak tersebut dinetralisir oleh pohon taru menyan yang wangi.

Konon, raja yang memerintah di Desa Trunyan dulunya menyuruh warga untuk menutupi bau harum pohon taru menyan dengan jenazah-jenazah.

Namun, pohon taru menyan justru menyerap bau tidak enak dari jenazah-jenazah tersebut.

Pemulasaraan Jenazah di Suku Aga 

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved