Jumat, 10 April 2026

Kerja Sama Indonesia dan Timor Leste

Indonesia dan Timor Leste Terus Perkuat Kerja Sama Pertahanan

Hubungan erat dan historis ini menjadi fondasi bagi masa depan yang lebih harmonis dan sejahtera bagi kedua negara.

Editor: Ryan Nong
POS-KUPANG.COM/HO-KEMENHAN
KERJA SAMA PERTAHANAN - Pertemuan bilateral Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan Menhan Timor Leste, H.E. Donaciano do Rosario da Costa Gomes di sela-sela Kegiatan ADMM Retreat Malaysia, Rabu (26/2/2025). 

POS-KUPANG.COM, PENANG Indonesia dan Republik Demokratik Timor Leste ( RDTL ) menegaskan komitmen untuk terus memperkuat kerja sama bidang pertahanan. 

Komitmen itu diungkapkan Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan Menhan Timor Leste, H.E. Donaciano do Rosario da Costa Gomes saat prtemuan bilateral di sela-sela Kegiatan ADMM Retreat Malaysia, Rabu (26/2/2025).

Penguatan kerja sama pertahanan kedua negara tetangga itu dilakukan melalui berbagai inisiatif, termasuk menjaga stabilitas perbatasan melalui TSC-BS, meningkatkan kapasitas militer Timor Leste melalui pendidikan dan pelatihan, serta memperluas kerja sama di bidang industri pertahanan dan interoperabilitas.

Menhan Sjafrie juga menegaskan dukungan Indonesia bagi keanggotaan penuh Timor Leste di ASEAN, sejalan dengan komitmen bersama untuk membangun kawasan yang aman dan damai.

Hubungan erat dan historis ini menjadi fondasi bagi masa depan yang lebih harmonis dan sejahtera bagi kedua negara.

Adapun acara ASEAN Defence Ministers’ Meeting Retreat (ADMM Retreat) yang berlangsung di Penang tersebut dihadiri seluruh Menteri Pertahanan se-ASEAN atau yang mewakili, serta Timor Leste sebagai observer dan Deputy Secretary General of ASEAN.

Sementara delegasi Myanmar diwakili oleh non-political representative Myanmar.

Menhan RI pada kesempatan itu menekankan bahwa ASEAN harus tetap solid, adaptif, dan proaktif dalam menjaga keamanan sebagai fondasi kemakmuran kawasan.

Menurut Menhan Sjafrie, tantangan seperti sengketa teritorial, ancaman siber dan ketegangan geopolitik hanya bisa dihadapi dengan kerja sama yang kuat dan berbasis kepentingan kolektif, bukan pengaruh eksternal.

Selain itu, pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI) dalam pertahanan, harus dilakukan secara bertanggung jawab demi keamanan yang lebih inovatif dan berkelanjutan.

“Dengan mengutamakan diplomasi, solidaritas, serta hubungan yang erat antara negara dan masyarakat, ASEAN dapat terus menjadi pilar stabilitas global dan memastikan kawasan yang aman, damai, serta sejahtera,” ujar Menteri Pertahanan RI.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Malaysia, Dato’ Seri Mohamed Khaled bin Nordin selaku Chair of ADMM Retreat memberikan apresiasi atas pandangan yang dibagikan para Menhan ASEAN dalam menghadapi tantangan ke depan.

Dalam kesempatan ini Menhan RI didampingi Dubes RI di Malaysia, Staf Khusus Menhan bidang Diplomasi Pertahanan, Dirjen Strahan Kemhan, Karo TU dan Protokol Setjen Kemhan, dan Waasops Kasad bid Siapops. (*)

 

Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved