Kota Kupang Terkini

Strategi Unik Pedagang Ikan di Pantai Kelapa Lima Kota Kupang

Beberapa lapak pedagang ikan bakar yang berjualan di area Pantai Kelapa Lima dengan harga bervariasi dan teknik marketing.

Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/TARI RAHMANIAR ISMAIL
IKAN - Pedagang Ikan Bakar- Jl Timor Raya Kecamatan, Kelapa Lima, Kota Kupang, Selasa (25/2/2025). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tari Rahmaniar Ismail

POS-KUPANG.COM,KUPANG - Strategi unik diterapkan oleh pedagang Ikan di Pantai Kelapa Lima, tepatnya di Jalan Timor Raya Kelurahan Kelapa Lima untuk menarik pelanggan.

Beberapa lapak pedagang ikan bakar yang berjualan di area Pantai Kelapa Lima dengan harga bervariasi dan teknik marketing.

Apriliana Diana Sine salah satu pedagang ikan bakar di pantai Kelapa Lima mengatakan teknik marketing yang dilakukannya harus mengikuti perkembangan zaman.

“Beta (saya ) tidak hanya jual di tempat saja, tapi pakai jualan di tiktok, fb, dan juga WhatsApp. Jadi mereka ambil nomor atau nonton postingan saya di media sosial,” ujar Apriliana Diana Sine yang biasa disapa Diana saat diwawancarai POS-KUPANG.COM, Selasa (25/2/2025).

Diana sudah berdagang sejak tahun 2010 dan sampai saat ini sudah memiliki lima orang karyawan yang membantunya.

Baca juga: Pemkot Kupang Gelar Pelatihan Kuliner untuk Pedagang Ikan di Pantai Kelapa Lima

 Ia juga melayani sistem pengantaran melalui aplikasi Grab dan maxim untuk menarik pelanggan.

“Bayar ongkir sa tapi kalau grab kan ada sistem grab hemat jadi bisa lebih kecilongkirnya, nanti ikannya itu dikasih ke grab langganan,” ujarnya.

Biaya ongkos kirim atau ongkir sebesar Rp 10.000 sampai dengan Rp 15.000 namun semua tergantung dengan lokasi.

Adapun nama akun media sosial yang digunakan Diana sebagai ruang dagangan onlinenya yaitu @dianasine.

Pendapatan bersih yang dia miliki sebesar sepuluh juta sebulan jika cuaca mendukung sehingga ikan mudah didapat.

Sementara itu strategi lain digunakan oleh Astri Hadji yang sudah berjualan selama dua tahun di Pantai Kelapa Lima.

Baca juga: Aksi Nyata Lingkungan, Mahasiswa UKI Gandeng Komunitas Lokal Bersihkan Sampah di Pantai Kelapa Lima

“Saya tidak pakai media sosial tapi aktif untuk minta nomor setiap pembeli dan jadi pelanggan tetap. Jadi setiap hari itu kalau bukan dari mereka pasti dari kenalannya,” ujar Astri Hadji. 

Astri mengakui, dengan cara itu ia bisa mendapatkan pemasukan sebesar satu juta paling tinggi setiap harinya. Sebagai seorang pedagang ikan sangat senang jika harga ikan semakin naik.

“Kalau harga ikan naik otomatis pedagang yang ambil tidak banyak jadi bisa banyak pembeli, tapi kalau harga ikan murah itu nanti tukang ojek juga jual ikan kita tidak untung,” ujarnya.

Pantauan POS-KUPANG.COM strategi yang dilakukan para pedagang mengikuti perkembangan teknologi.

Dengan pemanfaatan aplikasi teknologi seperti WhatsApp , facebook, dan tiktok. (iar)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved