Kota Kupang Terkini
Lantik Pengurus WKRI Ranting Naimata, RD Erick Fkun: Jadilah Duta Cinta Kasih
RD Erick mengatakan, WKRI ditantang dengan adanya pertanyaan apakah sanggup untuk mewartakan kasih kepada sesama
Penulis: Elisabeth Eklesia Mei | Editor: Edi Hayong
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eklesia Mei
POS-KUPANG.COM, KUPANG- Melantik pengurus Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Dewan Pengurus Ranting Stasi St. Fransiskus Xaverius Naimata, RD Erick Fkun berpesan agar WKRI bisa menjadi duta cinta kasih.
Acara pelantikan dilakukan pada misa kedua yang dipimpin oleh RD Erick Fkun dan Pastor Fransiskus Atamau, Pr, yang berlangsung di Gereja Stasi St Fransiskus Xaverius Naimata, Minggu (23/2/2025).
RD Erick mengatakan, WKRI ditantang dengan adanya pertanyaan apakah sanggup untuk mewartakan kasih kepada sesama, bukan saja kepada orang yang telah berbuat baik tetapi juga kepada mereka yang telah berbuat jahat.
“Anda (WKRI) diminta untuk jadilah duta cinta kasih untuk menjadi sarana kasih perpanjangan tangan Allah dalam mewartakan kasih untuk semua orang bagi lingkungan masyarakat dan negara,” ujarnya.
Mempraktikkan kasih, kata dia, bukan saja kepada orang yang selama ini berbuat baik tetapi juga kepada orang yang telah menyakiti hati.
WKRI, lanjutnya, diminta juga untuk menjadi pribadi yang memiliki hati yang mengasihi.
Melalui momen pelantikan itu menjadi istimewa agar bisa memberikan hidup sepenuhnya kepada gereja dan bangsa.
Baca juga: Pengurus WKRI DPR Stasi Fransiskus Naimata Periode 2025-2028 Resmi Dilantik
“Semoga sebagai orang muda anak-anak dan kita semua dipanggil untuk mengimplementasikan hukum kasih itu dalam kehidupan hidup kita,” harapnya.
Sementara itu, Co Pastor Stasi St. Fransiskus Xaverius Naimata, RD. Fransiskus Atamau, Pr menjelaskan terkait firman Tuhan dalam Mazmur 126.
Yang mana, ziarah berarti mengunjungi tempat-tempat yang dianggap sakral, penting atau suci menurut ketentuan agama.
"Dalam berziarah, orang beranggapan bahwa di tempat suci itulah mereka bisa mengalami kedekatan atau perjumpaan dengan Tuhan," kata Romo Fransiskus.
Pemahaman itu, kata dia, berbeda dengan apa yang dimaksudkan pemazmur. Yang mana, menurut Pemazmur, Tuhan bukan saja bisa ditemui di tempat tertentu yang sakral, tetapi juga di dalam kehidupan umat-Nya.
Pemazmur, jelas dia, mengisahkan perjalanan umat Tuhan sebagai sebuah ziarah. Ketika umat-Nya sengsara, Tuhan memulihkan keadaan mereka (ay. 1). Hal itu membuat mereka bersukacita (ay. 3).
Baca juga: Konfercab WKRI St. Yoseph Naikoten Kupang, Fransina Djintan Korbaffo Terpilih Sebagai Ketua
Pengalaman itu, lanjutnya, menguatkan mereka ketika sedang susah atau menderita. Mereka percaya, Tuhan yang sama akan memulihkan mereka.
Mereka percaya, air mata mereka akan berganti dengan sorak sorai, kesusahan mereka akan berganti kegembiraan (ay. 5-6).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/anggota-WKRI-Cabang-Naimata-pose-bersama-usai-Misa-pelantikan.jpg)