Bocah di Ende Terseret Banjir
Bocah Terseret Banjir, Camat Ende Tengah Imbau Orang Tua Awasi Anak Saat Musim Hujan
Dia menjelaskan, kondisi selokan yang merupakan tempat kejadian naas tersebut memiliki lebar kurang lebih 30-40 centimeter dan berkelok-kelok.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Albert Aquinaldo
POS-KUPANG.COM, ENDE - Camat Ende Tengah, Yofan Pasa mengimbau masyarakat khususnya para orang tua untuk memperhatikan anak-anak terutama saat musim hujan dan cuaca ekstrem.
Imbauan ini disampaikan Yofan Pasa setelah adanya kejadian bocah laki-laki terseret banjir di selokan tepat di depan rumahnya saat terjadi hujan deras, Sabtu (22/2/2025)
Bocah malang itu akhirnya ditemukan oleh warga dalam kondisi tak bernyawa di sekitar pantai Ndao, Minggu, (24/2/2025) sekitar pukul 12.30 wita.
"Saya berharap dengan kejadian ini bisa menjadi contoh untuk kita semua untuk warga masyarakat khususnya wilayah Ende Tengah, ketika hujan harap orang tua memperhatikan anak-anaknya untuk menjauhi tempat-tempat berbahaya yang dapat mengakibatkan kejadian yang tidak kita inginkan," imbau Yofan Pasa.
Dia menjelaskan, kondisi selokan yang merupakan tempat kejadian naas tersebut memiliki lebar kurang lebih 30-40 centimeter dan berkelok-kelok.
Baca juga: Tim SAR Turunkan Alat Berat, Cari Bocah di Ende yang Terseret Banjir
"Tempat jatuh pertama anak ini selokannya tidak terlalu lebar, lebarnya sekitar 30-40 centimeter, kejadian ini kalau kita pikir tidak logis tapi mungkin banjirnya deras," jelas Yofan.
Diungkapkan dia, sejak pencarian hari pertama, Sabtu, 22 Februari 2025 malam, dirinya turun langsung ke selokan dari lokasi kejadian awal hingga di titik pembuangan yang terletak di Pantai Kota Raja.
Dijelaskannya, meski bisa dimasuki oleh manusia tapi ukurannya kecil dan berkelok-kelok.
Saat bocah malang tersebut ditemukan tak bernyawa di pantai Ndao, dia dan tim yang melakukan pencarian mengaku kaget karena sebelumnya mereka sempat menyisir hingga ke lokasi penemuan.
"Kita sudah lakukan pencarian, kita sudah pantau baik di darat maupun di laut, bahkan laut itu jernih, bahkan di tempat penemuan itu saya sendiri di atas kapal Basarnas keliling tetapi tidak ada," ujar dia.
Dia kembali menegaskan imbauannya kepada seluruh masyarakat Kecamatan Ende Tengah khususnya para orang tua agar memperhatikan anak-anaknya terlebih pada saat musim hujan dan cuaca ekstrem.
Diharapkan agar menghindari saluran air atau got yang dapat membahayakan dan kejadian seperti ini terulang kembali.
Dia juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada semua tim yang melakukan pencarian dari unsur TNI/Polri, Basarnas, nelayan dan masyarakat yang telah berpartisipasi dengan sukarela membantu proses pencarian. (*)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.