TTU Terkini
Banjir Kembali Rendam Pemukiman Masyarakat di Kelurahan Maubeli
Fenomena ini telah dialami warga setempat selama beberapa tahun terakhir. Berbagai upaya telah dilakukan masyarakat agar persoalan mereka diatasi.
Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Oby Lewanmeru
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon
POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Banjir kembali merendam rumah warga di RT 006, RT 007, RT 023 dan RT 026 Kelurahan Maubeli, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Sabtu, (22/2/2025).
Banjir menggenangi jalan raya dan pemukiman warga setelah hujan lebat sekira 2 jam mengguyur wilayah Kota Kefamenanu.
Banjir yang terjadi wilayah tersebut bukan baru pertama kali. Nyaris setiap hujan lebat terjadi, wilayah tersebut pasti digenangi air. Selain rumah warga, tempat usaha milik warga juga direndam banjir.
Fenomena ini telah dialami warga setempat selama beberapa tahun terakhir. Berbagai upaya telah dilakukan masyarakat agar persoalan mereka diatasi.
Kendati demikian, tidak pernah ada solusi dan perhatian serius dari pemerintah terhadap kondisi yang dialami masyarakat setempat.
Baca juga: Banjir Rendam Rumah Warga Maubeli, Kepala BPBD TTU Sebut Tim Terpadu Tinjau Cekdam dan Drainase
Banjir juga merendam perabotan rumah tangga dan barang berharga lainnya di dalam rumah warga.
Saat diwawancarai seorang warga, Warga RT 026 bernama Niko Bana mengaku gerah dengan kondisi yang dialami mereka tersebut. Pasalnya, mereka mengalami kerugian besar akibat sejumlah barang elektronik dan barang lainnya direndam banjir.
Ia mengatakan bencana banjir ini merendam rumah warga setiap tahun. Masyarakat setempat juga setiap tahun melalui musrenbang dan bahkan keluhan langsung juga telah disampaikan kepada pemerintah. Namun hingga saat ini tidak menuai hasil sebagaimana yang diharapkan.
Ia mengakui bahwa, banjir tersebut disebabkan oleh air dalam cekdam yang tidak berfungsi lagi tepat di belakang pemukiman warga meluap dan menerobos masuk ke pemukiman warga. Drainase sedalam 2 meter yang mengalirkan air dari mulut cekdam ke kali, tidak mampu menampung debit air dari cekdam tersebut.
Selain itu, drainase penyambung tepat di pinggir jalan umum tidak mampu menampung volume air yang mengalir dari cekdam tersebut kemudian meluap ke jalan umum dan pemukiman warga.
"Sampai di situ dia sudah mentok tidak lancar keluar akhirnya keluar ke jalan. Kalau di jalan sudah penuh dia masuk ke rumah sini. Jadi air datang dari belakang rumah dan dari depan rumah,"ujarnya.
Setiap kali terdampak bencana, BPBD Kabupaten TTU selalu meninjau lokasi tersebut. Namun, keluhan yang mereka sampaikan langsung pada kesempatan itu tidak kunjung mendapatkan tanggapan.
Pemerintah Provinsi NTT juga telah meninjau langsung lokasi itu menjanjikan pembuatan cekdam. Namun, janji tersebut tidak pernah terealisasi.
Ia menegaskan bahwa, satu-satunya solusi untuk mengatasi persoalan-persoalan ini adalah pemerintah harus segera memperbaiki cekdam yang berada tepat di pemukiman warga tersebut. Pasalnya, cekdam tersebut tidak dapat berfungsi lagi sejak tahun 1970 atau 1980an.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Banjir-di-Maubeli.jpg)