Prakiraan Cuaca

BMKG:Waspada Peningkatan Kecepatan Angin di Laut Timor picu Gelombang Tinggi 4 Meter di Perairan NTT

BMKG:Waspada Peningkatan Kecepatan Angin di Laut Timor picu Gelombang Tinggi 4 Meter di Perairan NTT

Penulis: Adiana Ahmad | Editor: Adiana Ahmad
POS-KUPANG.COM/HO
GELOMBANG TINNGI DI PERAIRAN NTT - Gelombang tinggi hingga empat meter menerjang kampung pesisir Desa sikka, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka, Kamis 14 Maret 2024. BMKG:Waspada Peningkatan Kecepatan Angin di Laut Timor picu Gelombang Tinggi 4 Meter di Perairan NTT. 

POS-KUPANG.COM - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ) mengingatkan potensi Peningkatan Kecepatan Angin di Laut Timor Selatan NTT.

Menurut BMKG, Peningkatan Kecepatan Angin di Laut Timor berpotensi memicu gelombang tinggi hingga 4 meter di Perairan NTT dan sejumlah Perairan Indonesia lainnya dalam periode 20 sampai 23 Februari 2025.

Salah satu pemicu gelombang tinggi di tersebut adalah Bibit Siklon 99S

Potensi gelombang tinggi ini terjadi salah satunya disebabkan bibit siklon 99S, terpantau di Laut Timor, sebelah tenggara Nusa Tenggara Timur (NTT).

Baca juga: BMKG:Waspada,Siklon Tropis Zelia picu Peningkatan Kecepatan Angin & Gelombang Tinggi di Perairan NTT

“Kecepatan angin tertinggi terpantau di Samudra Hindia Selatan NTT," tulis BMKG.

Adapun pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari barat laut ke timur laut dengan kecepatan 8 hingga 25 knot.

Sementara itu, di wilayah selatan, angin bertiup dari barat daya ke barat laut dengan kecepatan mencapai 8-30 knot.

Dari polanya, BMKG memperkirakan gelombang setinggi 1,25 hingga 2,50 meter berpeluang terjadi di Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia dari barat Aceh hingga barat Lampung, serta Samudra Hindia selatan Banten hingga selatan NTB, kecuali selatan Jawa Timur.

Kondisi serupa juga diperkirakan terjadi di Laut Arafuru, Samudra Pasifik utara Papua, Samudra Pasifik utara Papua Barat, Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya, Laut Sulawesi, Laut Maluku, dan Laut Natuna Utara.

Sementara itu, gelombang lebih tinggi, berkisar 2,5 hingga 4,0 meter, diprediksi terjadi di Samudra Hindia selatan Jawa Timur, Samudra Hindia selatan NTT, dan Samudra Pasifik utara Maluku.

“Potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran,” ujar Apdillah.

Baca juga: Peringatan Gelombang Tinggi 12-15 Februari 2025, BMKG: Waspada Perairan Selatan NTT Capai 4 Meter

BMKG mengimbau masyarakat, terutama para nelayan dan pengguna transportasi laut, untuk lebih waspada. Kapal nelayan disarankan menghindari kecepatan angin lebih dari 15 knot dan gelombang di atas 1,25 meter. Kapal tongkang diminta waspada terhadap kecepatan angin di atas 16 knot dan gelombang lebih dari 1,5 meter.

Untuk kapal ferry, disarankan menghindari kecepatan angin lebih dari 21 knot dan gelombang di atas 2,5 meter.

Sementara kapal kargo dan kapal pesiar perlu waspada terhadap kecepatan angin lebih dari 27 knot serta gelombang di atas 4,0 meter. 

“Masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir juga diminta tetap waspada terhadap potensi gelombang tinggi,” tutupnya. (*)

Ikuti berita POS-KUPANG.com di GOOGLE NEWS

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved