NTT Terkini
UMKM Kopi dan Kakao di Manggarai Timur NTT Dapat Pendampingan dari PT Astra
UMKM kopi binaan PT. Astra melalui Yayasan Dharma Bhakti Astra berlokasi di Desa Rendenao, Kecamatan Lambaleda Timur
POS-KUPANG.COM- PT. Astra mendorong perekonomian Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui pemberdayaan UMKM yang bergerak di sektor kopi dan kakao, terutama di Kabupaten Manggarai Timur.
UMKM kopi binaan PT. Astra melalui Yayasan Dharma Bhakti Astra berlokasi di Desa Rendenao, Kecamatan Lambaleda Timur, sedangkan UMKM kakao berlokasi di Kampung Watunggong, Kelurahan Tanarata, Kecamatan Kota Komba.
Kopi dan kako merupakan komoditas unggulan di Kabupaten Manggarai Timur serta dapat meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga dan masyarakat setempat.
Astra melalui YDBA berada di tengah masyarakat Manggarai Timur, NTT melalui pengembangan potensi ekonomi yang mendidik, melatih, mendampingi dan merawat serta melakukan pemupukan tanaman kopi dan Kakao agar petani memiliki tanaman yang berkualitas ekspor.
Hal ini diungkapkan Sekretaris Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA), Ema Poedjiwati Prasetio, pekan lalu seperti dilansir dari Kompas.com.
Baca juga: Pemain Lokal Persematim Manggarai Timur Siap Tampil Turnamen Liga 4 ETMC Kota Kupang NTT
Untuk YDBA melakukan kunjungan lapangan untuk melihat langsung semangat para petani dan progres pendampingan melalui Tim Lembaga Pengembangan Bisnis UMKM.
Selain itu, YDBA juga mendengarkan cerita-cerita UMKM Petani Kopi dan Kakao. YDBA siap mendukung dan mendampingi petani Kopi dan Kakao menuju kemandirian.
Ema menjelaskan, Astra sudah melakukan riset terlebih dahulu untuk mengetahui potensi unggulan di Desa Rendenao yakni kopi arabika dan robusta.
Program UMKM Kopi di Desa Rendenao binaan Astra melalui YDBA sudah berjalan 1,4 tahun. Sama juga dengan UMKM Kakao di Kelurahan Tanarata.
"Hasilnya cukup bagus dalam pengembangan seperti yang dijelaskan pengurus UMKM Kopi dan Kakao. Walaupun cuaca hujan di Manggarai Timur, kami tetap berkunjung untuk melihat langsung progres dan semangat para UMKM Kopi dan Kakao,” jelasnya.
Sementara itu Ketua UMKM Kopi Rendenao, Ferdinandus Gusti Bagung sekaligus Kepala Desa Rendenao memaparkan bahwa orang Colol memiliki filosofi kopi adalah tumpuan hidup.
Semua pendapatan keluarga bersumber dari perkebunan kopi. Bertahun-tahun petani Kopi di Desa Rendenao, dan kawasan Colol pada umumnya menjual kopi dengan harga ditentukan para tengkulak.
Baca juga: MS Pelaku Persetubuhan Anak Dibawa Umur di Sambi Rampas, Manggarai Timur Terancam 15 Tahun Penjara
Selain pengolahan lahan perkebunan kopi masih tradisional. Kopi tumbuh sendiri, dan tidak diberikan pupuk.
“Kami berterima kasih kepada YDBA yang mengubah mental petani dari tradisional ke pengelolaan berkualitas standar eksport," katanya.
"Sebab, tim YDBA berada ditengah petani dengan melatih cara menanam, merawat perkebunan, memupuk pohon kopi, mengolah pasca panen dengan membuatnya dalam bentuk kemasan serta kadar airnya sedikit sesuai standar pasar dan pasar eksport,” lanjutnya.
Ketua Kelompok UMKM Kakao Kelurahan Tanarata, Marsun menjelaskan bertahun-tahun petani Kakao hanya mengetahui tanam dan memetik buahnya. Bahkan rehabilitasi pohon kakao tidak pernah dilaksanakan.(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.