Ngada Terkini

Begini Penjelasan Kadis Paskalis Wale Bai Terkait Koperasi di Ngada NTT

Perkembangan Koperasi di Kabupaten Ngada telah memberi dampak yang besar dalam membantu perekonomian keluarga.

|
Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/CHARLES ABAR
KEPALA DINAS KOPERASI - Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Ngada, Paskalis Wale Bai, Senin (17/2/2025) 

Laporkan Reporter POS-KUPANG.COM, Charles Abar 

POS-KUPANG.COM, BAJAWA - Koperasi menjadi organ penting dalam menggerakkan ekonomi masyarakat di Kabupaten Ngada. Hal itu terlihat dari jumlah aset yang beredar  mencapai 2 triliun lebih.

Namun perkoperasian di Kabupaten Ngada terancam dengan maraknya lembaga keuangan yang beroperasi di bawah otoritas jasa keuangan (OJK) berlabel koperasi.

Operasi lembaga  keuangan itu jauh dari asas -asa koperasi. Mereka hadir tanpa sumber modal yang jelas, keanggotaan tidak ada, pembagian hasil dan jauh dari asas kekeluargaan.

Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Ngada, Paskalis Wale Bai mengatakan, ini membawa dampak  buruk. Karena sejatinya koperasi itu lahir dari kebersamaan, gotong -royong, musyawarah mufakat.

Baca juga: GP Ansor Ngada Gelar Latihan Kepemimpinan Anggota Jelang Konfercab II

Namun kehadiran  lembaga keuangan yang berlabel koperasi ini jauh dari asas-asas tersebut.

“Koperasi itu harus ada anggota, sumber modal jelas dan ada agenda rapat anggota tahunan juga pembagian sisa hasil usaha, ada asas-asas yang terkandung dalam organisasi,” ujar Paskalis.

Sejauh ini Paskalis katakan, ada  118 Koperasi primer di  Kabupaten yang terdaftar di Dinas Koperasi Kabupaten Ngada.

Dari jumlah tersebut , dengan volume aset mencapai 2 triliun. Hampir 100 warga Ngada sudah menjadi anggota Koperasi.

Perkembangan Koperasi di Kabupaten Ngada telah memberi dampak yang besar dalam membantu perekonomian keluarga.

Berkoperasi  telah membawa  pelaku UMKM bisa mengembangkan usaha dan orang tua bisa sekolahkan anak ke perguruan tinggi.

Pergerakan koperasi juga multi sektor, baik simpan- pinjam ada juga produsen dan konsumen.

"Pergerakan koperasi primer kabupaten Ngada macam -macam, ada yang di simpan pinjam ada juga konsumen. Kalau yang bergerak di konsumen mereka bergerak di hasil bumi seperti kopi, kalau konsumen ada yang bergerak di penyaluran pupuk," kata Paskalis.(*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

 

 

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved