Kamis, 9 April 2026

NTT Terkini

Romo Leo Mali: Mengapa Harus Bunuh Diri, Kalau Masih Ada Alasan Hidup

Dalam pengantarnya, Romo Leo mengisahkan beberapa kejadian percobaan bunuh diri yang dilakukan oleh beberapa orang, tetapi akhirnya tidak meninggal.

Penulis: Ray Rebon | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/RAY REBON
SPRITUAL - Suasana kegiatan perjumpaan spiritual di Kapela Seminari St. Mikhael Penfui yang digelar oleh Comunione e Liberazione. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Komunitas Comunione e Liberazione menggelar perjumpaan spiritual bertajuk "Mengapa Harus Bunuh Diri" di Kapela Seminari Santo Mikhael Penfui pada Sabtu, 15 Februari 2025. 

Kegiatan ini diikuti oleh ratusan peserta, mayoritas mahasiswa, yang ingin menemukan makna hidup dalam menghadapi berbagai tantangan.

Acara ini dibuka dengan pengantar oleh Romo Leonardus Mali, Pr., inisiator komunitas Comunione e Liberazione.

Dalam pengantarnya, Romo Leo mengisahkan beberapa kejadian percobaan bunuh diri yang dilakukan oleh beberapa orang, tetapi akhirnya tidak meninggal. 

Ia mempertanyakan alasan seseorang untuk mengakhiri hidupnya, padahal masih ada harapan dan tujuan yang bisa dikejar.

Baca juga: Dua Warga Honuk Kabupaten Kupang Lakukan Percobaan Bunuh Diri dan Aksi Bunuh Diri 


"Mengapa harus bunuh diri, jika masih ada alasan untuk hidup?" tanya Romo Leo kepada para peserta. 

Ia kemudian mengajak mahasiswa untuk merenungkan alasan mereka kuliah dan menghadapi berbagai tantangan dalam proses akademik.

"Seberapa besar kekuatan yang harus saya kerahkan untuk mencapai tujuan yang saya impikan? Mengapa saya hidup, dan untuk apa?," lanjutnya.

Menurut Romo Leo, dalam diri manusia terdapat paradoks, kadang ingin menjadi Tuhan, tetapi di saat lain ingin menjauh dari Tuhan demi kebebasan. 

Namun, menurut dia manusia perlu menyadari bahwa kehidupannya bukan hanya bergantung pada orang tua, tetapi juga pada Tuhan sebagai pencipta.

"Bukan saja seseorang lahir dari seorang ibu dan bapa, tetapi hidup saya bergantung pada subjek lain. Saya diciptakan dari yang pernah tidak ada dan suatu saat kelak akan hilang," jelasnya.

 

Ia mengutip kitab Nabi Yesaya yang menyatakan bahwa Allah tidak akan meninggalkan umat-Nya. "Engkaulah putra-Ku, Aku menulis engkau di telapak kaki-Ku, biar langit runtuh, bumi bergoncang, Aku tidak akan meninggalkan engkau."

Romo Leo menegaskan bahwa setiap tantangan dalam hidup adalah bentuk latihan dari Tuhan. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved