Jumat, 10 April 2026

Flores Timur Terkini

Kepala Kantor Agama Fotim Minta Penyuluh Manfaatkan Media Sosial

Babaputra juga menekankan pentingnya tanggung jawab dalam menjalankan segala tugas sebagai penyuluh agama.

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/PAUL KABELEN
PENYERAHAN SK - Acara penyerahan SK penyuluh agama non PNS di Aula PLHUT di Larantuka, Kabupaten Flores Timur, NTT, Senin, (10/2/2025). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Paul Kabelen

POS-KUPANG.COM, LARANTUKA-Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur (Flotim), Yosef Aloysius Babaputra, meminta penyuluh agama non-PNS Katolik dan Kristen lebih aktif memanfaatkan media sosial dalam menjalankan tugas penyuluhan dan pembinaan umat.

Pesan ini disampaikannya Yosef saat acara penyerahan Surat Keputusan (SK) Penyuluh Agama non PNS di Aula Pelayanan Haji Umroh Terpadu (PLHUT) di Larantuka pada, Senin, 10 Februari 2025.

Menurutnya, pemanfaatan media sosial sangat efektif dalam menyebarluaskan pelbagai pesan agama seperti pembinaan, dakwah, penguatan ideologi dan toleransi.

"Penyuluhan kita tidak harus selalu dilakukan secara konvensional. Manfaatkan media sosial sebagai media penyuluhan, pembinaan, dan dakwah tentang pesan-pesan agama, penguatan ideologi kebangsaan, kerukunan, toleransi, solidaritas kemanusiaan, pelestarian lingkungan, serta program asta cita lainnya dan delapan pesan Menteri Agama dalam pelaksanaan program Kementerian Agama Tahun 2025," katanya.

Baca juga: Putri Pak Tani Bisnis Tenun Berdayakan Perempuan di Flores Timur NTT

Babaputra juga menekankan pentingnya tanggung jawab dalam menjalankan segala tugas sebagai penyuluh agama.

Penyerahan SK ini, sambungnya, tidak hanya sebatas formalitas tetapi juga diikuti dengan penandatanganan perjanjian kinerja.

"Ada tiga kata penting di sana. Penandatanganan, perjanjian, dan kinerja. Penandatanganan berarti bapak/ibu dengan sadar menggadaikan harga diri, mewakilkan seluruh martabat dan kemampuan dalam bentuk tanda tangan. Ini bukan sekadar tanda tangan dan selesai," jelasnya.

Ia menambahkan, perjanjian ditandatangani bukan hanya dengan pimpinan lembaga Kementerian Agama Flores Timur, melainkan dengan Tuhan, masyarakat, bangsa, gereja, dan diri sendiri.

Dengan demikian, tanggung jawab dalam menjalankan tugas harus penuh komitmen dan kerja keras agar menghasilkan kinerja yang.baik.

Ia mengingatkan para penyuluh agama untuk mulai mendata permasalahan di lapangan, menentukan tema dan isu strategis yang solutif, serta membangun kemitraan dengan semua pihak termasuk gereja setempat.

"Jika karya kita dan tugas pembinaan serta penyuluhan berdampak bagi masyarakat dan lingkungan, maka itulah tujuan utama kita. Saya mengapresiasi karya-karya hebat sepanjang tahun 2024 dan juga berterima kasih atas keterlibatan dalam kegiatan kemanusiaan seperti trauma healing," ucapnya.

Dalam kegiatan itu, SK pembaharuan penyuluh Agama non-PNS sejumlah 50 penyuluh agama Katolik dan 6 penyuluh gama Kristen, dihadiri jajaran pejabat Eselon IV Kantor Kementerian Agama Flores Timur.(*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved