Kamis, 16 April 2026

Ngada Terkini

Penerimaan Anggota Baru GMNI Cabang Ngada Dorong Kader Kritis 

Kehadiran PA GMNI bersama pimpinan lembaga sebagai bentuk dukungan eksistensi organ gerakan di Kabupaten Ngada.

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/CHARLES ABAR 
PEMBUKAAN - Pembukaan Penerimaan Anggota Baru GMNI Cabang Ngada Tahun 2025 di Aula Desa Ekoroka, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada, Sabtu 1 Februari 2025. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Charles Abar 

POS-KUPANG.COM, BAJAWA- Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia atau GMNI Cabang Ngada Bonaventura Goan mendorong kader menjadi mitra kritis bagi pemerintah atas kebijakan -kebijakan yang tidak pro terhadap masyarakat kecil kaum marhaen.

Hal itu Ia tekankan saat membuka pekan penerimaan anggota baru GMNI Cabang Ngada angkatan 8 tahun 2025, di Aula Desa Ekoroka, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada, Sabtu 1 Februari 2024.

Menurut pria yang akrab di sapa Bung Vano itu, sesuai dengan tema PPAB tahun ini yaitu ‘Membumikan Marhaenis di Tanah Ngada’ sebagai pemacu bagi kader agar menjadi insan  yang kritis terhadap setiap kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak pro terhadap rakyat.

"Hari ini titik awal Anda semua menjadi kader Marhaenis. Sebagai organisasi kader yang siap untuk melahirkan generasi yang gandrung akan keadilan, komitmen saya akan terus menjadi mitra kritis kepada memerintah lebih khusus di Kabupaten Ngada  ini," ujar mahasiswa semester akhir STKIP Citra Bakti Ngada ini.

Baca juga: Dukung Swasembada Pangan, Polres Ngada Tanam Jagung Serentak 

Pembukaan PPAB ini turut dihadiri oleh Alumni GMNI di Kabupaten Ngada dan beberapa pimpinan lembaga. Kehadiran PA GMNI bersama pimpinan lembaga sebagai bentuk dukungan eksistensi organ gerakan di Kabupaten Ngada.

Teobaldus Keo yang mewakili alumni dalam kesempatan itu menegaskan kepada anggota bahwa menjadi kader GMNI  sebagai titik pola cara berpikir. Ia mengapresiasi atas panggilan untuk kader baru untuk menjadi aktivis GMNI ditengah gempuran teknologi yang meninabobokan.

Menurutnya, generasi sekarang memiliki banyak pilihan, apakah menjadi mahasiswa sontoloyo terbawa arus hedonisme atau menjadi generasi yang kritis atas upaya penghambat kemajuan bangsa.

Pertanyaan itu membawa Bung Teo  mengingatkan pernyataan Bapak Bangsa Bung Karno, bahwa perjuangan pendiri bangsa lebih mudah karena melawan penjajah tetapi perjuangan anak bangsa hari ini yaitu perjuangan melawan bangsa sendiri.

Menurut Bung Teo, hari ini kita berada pada kondisi itu bagamana pemudanya apatis dengan melihat kondisi sosial, pola pikir tergerus oleh perkembangan teknologi dan minim rasa solidaritas sesama anak bangsa dan rawan upaya pecah belah.

Dengan demikian, Ia merasa bangga ketika hari ini mahasiswa sebagai agen perubahan memilih untuk bernafas Marhaenisme. Bagi Dia, ini menandakan masih ada api-api perjuangan sebagai pijakan berpikir.

"Kalian memilih GMNI untuk sanubari kalian saya pikir tidak salah karena GMNI organisasi nasional yang hanya ada satu dasar, senasib sepenanggungan, rasa memiliki, kami adalah satu yaitu anak bangsa," pungkasnya.

Sehingga berproses di GMNI lanjut Bung Teo, akan menyelami satu paham yaitu Marhaenisme. Sebagai kader akan terus menyalakan api-api perjuangan itu.

Penerimaan anggota baru GMNI Cabang Ngada tahun 2025 akan berlangsung selama 2 hari. Peserta  akan digembleng dengan materi yang dibawakan oleh senior GMNI maupun pimpinan lembaga terkait.(Cr2).

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved