Wawancara Eksklusif
Wawancara Eksklusif - Linus Lusi Sebut Realisasi Serapan Anggaran Pemkot Kupang Sangat Paripurna
Kalau Bajawa, (masyarakat) homogen. Kalau di Kota Kupang, keberagaman, maka pilihan pendekatan juga berbeda.
Penulis: Michaella Uzurasi | Editor: Oby Lewanmeru
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Michaella Uzurasi
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Penjabat Walikota Kupang, Linus Lusi mengatakan, realisasi penyerapan anggaran pemerintah Kota Kupang sangat paripurna.
Hal ini diungkapkan Linus dalam Podcast Pos Kupang, Kamis (30/1/2025).
Apa alasan Linus mengatakan hal ini dan bagaimana kriteria penyerapan anggaran yang paripurna, berikut cuplikan wawancara eksklusif bersama host jurnalis Pos Kupang, Ryan Nong.
Bagaimana proses dibalik penetapan anda sebagai penjabat?
Yang pertama, saya sebelum masa-masa peralihan itu timbul berbagai informasi baik di kalangan masyarakat Kota Kupang maupun di jajaran birokrat karena di Kota Kupang juga memiliki mekanisme tersendiri, di provinsi juga memiliki mekanisme tersendiri tetapi pusat memiliki pandangan-pandangan tersendiri terkait dengan pengangkatan dan penunjukan seorang Penjabat Wali Kota maupun Penjabat Bupati apalagi Gubernur, tergantung situasi, kondisi dan kebutuhan organisasi secara hirarki.
Jadi ini ada tiga jalur, kota, provinsi dan pusat sehingga proses ini bisa berjalan maka dari bapak Presiden lewat Kemendagri mempercayakan saya bersama jajaran birokrasi Kota Kupang dengan dukungan masyarakat Kota Kupang untuk sebagai penjabat Walikota Kupang kurang lebih enam bulan dan hitungan beberapa jam kedepan saya beralih kembali sebagai ASN, berkarya di pemerintah provinsi Nusa Tenggara Timur.
Baca juga: Penjabat Wali Kota Kupang Kunjungi Pasien Klinik Paliatif di Penkase Oeleta
Apakah tidak ada resistensi di Kota Kupang saat penetapan itu?
Publik dapat menilai tersendiri seperti apa tetapi ASN birokrasi mereka menerima, tokoh-tokoh masyarakat menerima, buktinya pilkada kemarin berjalan lancar, berbagai pembangunan, konsolidasi internal, tugas-tugas yang dipercayakan sebagai penjabat Wali Kota Kupang, saya bersama dengan para asisten, staf ahli, sekda dan pimpinan sampai Camat, Lurah, sukses melaksanakan layanan birokrasi bersama Forkopimda menyukseskan pilkada Kota Kupang pada tanggal 27 November 2024 yang telah berlalu.
Bagaimana anda memastikan pelayanan atau juga tugas dan wewenang sebagai penjabat sesuai dengan Undang-Undang Daerah itu berjalan di Kota Kupang?
Saya memastikan karena di aturan dan tata kaidah pemerintahan itu berjalan dalam regulasi dan salah satu tugas yang diperintahkan itu menyelesaikan pilkada tahun 2024 kemudian bersama DPRD menyelesaikan berbagai perencanaan keuangan, penetapan APBD, perubahan yang sudah berjalan dan lain sebagainya dan sukses secara terintegrasi baik antara eksekutif maupun legislatif, didalamnya ada unsur Forkopimda, kita berjalan dengan normal dan tidak mengalami berbagai persoalan yang berarti, harmonisasi tetap terjaga, komunikasi politik, komunikasi sosial, komunikasi budaya berjalan dengan berbagai pemikiran positif dari tata kelola pemerintahan, hari ini berjalan dengan normal dan terpantau secara partisipasi oleh publik Kota Kupang baik kelompok menengah maupun akar rumput bawah. Itu bisa kita lihat dan cermati bersama-sama lewat media-media yang selama ini terpublikasi, ataupun hal lain secara tatap muka atau diskusi lepas, lewat karya-karya kemasyarakatan, karya-karya pelayanan oleh masing-masing pimpinan OPD, Camat, Lurah, Ketua RT/RW, maupun lembaga kemasyarakatan lainnya.
Jadi semua bisa dikatakan satu arah?
Satu arah, satu perintah, satu goal untuk Kota Kupang.
Apa yang membedakan dengan pengalaman sebelumnya menjadi Penjabat Bupati di Kabupaten Ngada?
Memang kita semua tahu ini adalah pilkada serentak, saya ketika ditugaskan oleh bapak Mendagri dan bapak Gubernur Viktor Laiskodat saat itu, sebuah situasi yang berbeda dengan Kota Kupang.
Kota Kupang ini kita ibaratkan sebagai NTT mini, tempat berkumpulnya orang-orang dari berbagai kalangan, birokrasi provinsi, birokrasi pusat yang ada di daerah dan kemajemukan masyarakat yang tumpah ruah di Kota Kupang.
Baca juga: Penjabat Wali Kota Kupang Minta BPBD Siaga Terima Laporan Masyarakat
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.